Assalamu`alaikum Warohmatullohi Wabarokkatuh
Saudaraku ..
Allah SWT berfirman: “Maka apabila manusia ditimpa bahaya(musibah) ia menyeru (memanggil) Kami (Allah), kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat (kesenangan) dari Kami ia berkata: Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku (kasih sayang kpd Hambanya). Sebenarnya itu adalah ujian (karena rakus kesombongan angkuh kufur nikmat, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui (tidak sadar).” (QS. Az Zumar 49)
Pada ayat lainnya :
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: “Rabbku telah memuliakanku”.
Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya Maka dia berkata: “Rabbku menghinakanku.” (QS. Al-Fajr: 15-16)
Saudaraku …
Para Mufassir berkata jika Allah menyempitkan rezeki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya, sebenarnya tidaklah demikian. Allah memberi rezeki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai.
Begitu pula Allah menyempitkan rezeki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.
Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rezeki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua hal, jika ia seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah maka inilah yang benar, begitu pula ketika ia serba kekurangan, selayaknya ia pun bersabar .
Hidup ini diantara syukur dan sabar ..
Jumat, tulisan Dr.H. Masyhuril Khamis untuk Taushiyah







Komentar