oleh

Libur Imlek, Jangan Coba-Coba Masuk Kawasan Puncak Tanpa Surat Bebas Covid-19

POSKOTA.CO – Jangan coba-coba tanpa surat keterangan bebas Covid-19, bisa memasuki Bogor. Apalagi yang dituju adalah kawasan wisata Puncak.

Pemerintah maupun kepolisian daerah, tidak menghalangi siapa pun untuk berwisata. Namun ada aturan lain yang mengharuskan bagi siapa saja, untuk menaati aturan PPKM yang berlangsung di saat pandemi Covid 19 ini.

Penerapan secara ketat aturan pembatasan sesuai Perbup Nomor 60 Tahun 2020 ini, semata-mata pemerintah Kabupaten Bogor dan Polres Bogor serta Kodim Kabupaten Bogor ingin melindungi warganya dari penyebaran virus berbahaya ini.

Untuk itu, jelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Kepolisian Resort Bogor dan Kodim Kabupaten Bogor akan lakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kesepuluh yang efektif berlaku mulai dari tanggal 9 Februari dan baru akan berakhir tanggal 22 Februari 2021.

Salah satu patokan operasi yang akan diberlakukan yakni melalui kegiatan Operasi Yustisi dan pemberlakuan surat rapid antigen bagi masyarakat luar Bogor yang akan memasuki kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan, dirinya beserta jajaran, TNI, Polri dan stakeholder Kabupaten Bogor, akan melakukan kegiatan Operasi Yustisi secara ketat.

“Kita akan melakukan Operasi Yustisi dan pemeriksaan surat rapid antigen, pada 12 Februari 2021 di Simpang Gadog Kecamatan Megamendung. Jadi bagi pengunjung dari luar Bogor yang ingin ke Puncak wajib menunjukkan rapid antigen, jika tidak ada maka akan kita suruh putar balik,” kata Ade Yasin dalam rilis persnya, Kamis (11/2/2021).

Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata.

Ade Yasin menyebutkan, hal itu dilakukan untuk meminimalisasi adanya wisatawan atau masyarakat luar Bogor, yang lolos masuk wilayah Kabupaten Bogor, tanpa surat rapid antigen.

“Pengetatan PPKM juga dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Bogor, serta mencegah terjadinya kerumunan tempat wisata kawasan Puncak Kabupaten Bogor,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata menegaskan, Polres Bogor dan Pemkab Bogor serta TNI tetap berpegang pada aturan PPKM.

Bagi Iptu Dicky, penerapan aturan PPKM secara ketat, guna memastikan, siapa saja yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Bogor, khususnya wisata Puncak, bebas dari virus berbahaya ini.

Mantan Kanit Regident Polres Bogor ini mengaku, kebijakan yang dilakukan secara konsisten, perlahan membuahkan hasil. Di mana sebelumnya Kabupaten Bogor berada dalam zona merah, kini mengalami penurunan ke zona oranye.

“Agar lebih baik lagi, kami dari Polres Bogor, akan menerapkan pola baru yakni melakukan tes rapid secara acak di berbagai lokasi di Kabupaten Bogor dengan mobile. Sistem baru ini akan kami berlakukan mulai Jumat (12/2/2021). Sekali lagi kami dari Polres Bogor tetap tegas berlandaskan aturan dalam penerapan memantau kerumunan masyarakat. Warga luar Bogor yang tak membawa hasil tes antigen, dipastikan kami akan memintanya berputar arah. Ini aturan,” tegas Iptu Dicky. (yopi)

 

 14 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *