POSKOTA.CO – KH Yahya Cholil Staqub,55, terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama [PBNU] periode 2021-2026 pada Muktamar ke-34 NU di Bandar Lampung, Jumat [24/12/2021].
Gus Yahya, demikian panggilan akrabnya, dalam perolehan suara mengungguli calon pertahana KH Said Aqil Siroj dengan meraih 334 suara, sementara Kiai Said Aqil Siroj memperoleh 210 suara dari total suara yang masuk 548 suara.
Suasana jalannya persidangan sempat dibanjiri interupsi membuat acara sempat diskor sementara waktu. Pasalnya, sebelum penjaringan bakal calon Ketua umum PBNU, sejumlah peserta muktamar mempertanyakan status 39 PCNU yang bermasalah. Mereka meminta yang bermasalah terlebih dahulu diselesaikan.
Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Timur 16 Februari 1966. Ia merupakan kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Sebelumnya, KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2021-2026, melalui musyawarah mufakat sembilan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
Keputusan tersebut ditetapkan pada Sidang Pleno IV yang dipimpin Ketua Prof Nuh dan Sekretaris Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Kamis (23/12/2021) malam.
“Alhamdulillah Ahwa bahwa yang menjadi rais aam untuk PBNU 2021-2026 Almukarram KH Miftachul Akhyar,” kata KH Zainal Abidin, satu anggota Ahwa. Ada pandangan dari Anggota Ahwa, diharapkan Rais Aam fokus di dalam pembinaan dan pengembangan NU ke depan. “Lalu, beliau (Rais Aam terpilih) berkata, sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat),” ujar Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu, sebagaimana dikutip dari laman NU online.[sir]







Komentar