JAKARTA – Lurah dan camat se-Jakarta diminta untuk menggerakkan masyarakat menggarap lahan nganggur jadi kebun dalam upaya mendukung program urban farming atau pertanian perkotaan. Program ini punya banyak manfaat, antara lain penghijauan, ketahanan pangan, keindahan, dan sebagainya.
Hal itu disampaikan Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pada acara Festival Urban Farming 2024 yang bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng Jakarta Pusat. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI akan berlangsung hingga Kamis besok.
Menurut Heru, kegiatan festival ini mestinya memotivasi jajaran lurah dan camat membantu masyarakat memanfaatkan lahan yang selama ini belum maksimal untuk digarap menjadi kebun dalam rangka urban farming. “Lahan di Jakarta dari hari ke hari makin terbatas, sedangkan populasi manusia terus bertambah. Untuk itu sebagai aparat pemerintah dan warga Jakarta dituntut untuk terus melakukan terobosan, termasuk di bidang pertanian perkotaan dengan memanfaatkan lahan yang ada. Istilahnya, jangan sampai ada lahan nganggur,” tandas Heru, Rabu (18/9).
Diingatkan Heru, pada 2030 mendatang proyeksi Biro Pusat Statistik (BPS) memperkiraan populasi penduduk perkotaan akan mencapai 63,4 persen. Jumlah itu diperkirakan bakal terus bertambah hingga 66 persen pada 2035. “Untuk itu, para camat dan lurah harus mampu memaksimalkan lahan tersedia seperti tepi waduk, banjir kanal, tepi jalan dan kolong tol. “Termasuk lahan sempit di lingkungan kampung padat, juga bisa dimanfaatkan menjadi kebun,” papar Heru.
Heru juga meminta jajaran walikota bisa menggerakkan para pengelola gedung untuk memanfaatkan rooftop sebagai taman. “Atap gedung daripada nganggur, kosong, dan terasa panas pada siang hari, lebih baik dijadikan kebun. Selain bisa dinikmati hasil panennya, sekaligus mendukung program meningkatkan kualitas udara Jakarta. Tolong, para walikota agar mengajak para pemilik gedung untuk mewujudkan urban farming,” tegas Heru pada acara yang diikuti para walikota, camat, lurah, komunitas pecinta tanaman, dan lainnya.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan, dalam penyelengaraan Festival Urban Farming di TIM ini pihaknya mendapat bantuan dari Dinas Kebudayaan. Selain memamerkan beragam produk pertanian di 49 booth dan bazar 30 UMKM, kegiatan juga dimeriahkan kegiatan seminar, bimbingan teknis, dan perlombaan.
“Kami juga menggelar pemilihan Duta Urban Farming sebagai upaya mendorong generasi muda peduli terhadap ketahanan pangan, khususnya pertanian perkotaan. Direncanakan, Grand Final pemilihan akan dilaksanakan pada Kamis (19/9) dan dihadiri Putri Indonesia Bidang Lingkungan. Kami juga memberikan bantuan sarana produksi pertanian untuk penataan kawasan secara simbolis ke enam perwakilan kelurahan,” jelasnya.
Adapun enam kelurahan yang menerima bantuan yakni Lurah Ujung Menteng, Lurah Semanan, Lurah Sunter Jaya, Lurah Cikoko, Lurah Pegangsaan dan Lurah Pulau Tidung. Kemudian, memberikan bantuan sarana pengolahan hasil pertanian secara simbolis kepada lima perwakilan warga. (jo)







Komentar