oleh

Dorong Koperasi Perluas Jaringan Usaha, Pemprov DKI Jakarta Gelar COIN di Gedung Teknis Abdul Muis

JAKARTA – Dalam upaya mendorong koperasi  memperluas jaringan dan hubungan bisnisnya, Pemprov DKI Jakarta menggelar acara Cooperative Open Innovation Network (COIN). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Dinas Teknis Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, diikuti oleh 26 exhibitor koperasi yang siap memperkenalkan produk atau layanan  kepada konsumen, pengusaha, maupun pemerintah.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) mewakili Pemprov DKI Jakarta menggelar kegiatan tersebut untuk membantu koperasi berkoneksi dengan berbagai pihak yang relevan, termasuk perusahaan besar, instansi pemerintah, dan sektor publik. “COIN juga dapat membuka peluang baru dalam hal kolaborasi, pendanaan, dan ekspansi pasar,” kata Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elizabeth Ratu Rante Allo di lokasi pameran, Selasa (10/12).

Ratu Rante menyampaikan, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi koperasi untuk memperluas jaringan dan hubungan bisnisnya dengan berbagai pihak yang relevan, termasuk perusahaan besar, instansi pemerintah, dan sektor publik. “COIN juga dapat membuka peluang baru dalam hal kolaborasi, pendanaan, dan ekspansi pasar,” tandasnya.

Menurutnya kegiatan ini merupakan pertemuan bisnis yang terjadwal antara koperasi dengan calon mitra distribusi, supplier, pelaku usaha di berbagai bidang, pendanaan dan investor. “Kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bagi koperasi untuk berinteraksi dan menjembatani kerja sama business to business,” ujar Ratu. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 10 sampai 12 Desember di Ruang Serbaguna, Lantai 2, Gedung Teknis di Jl Abdul Muis, Tanah Abang, Jakpus.

Harapannya, melalui kegiatan COIN ini berbagai produk unggulan koperasi di  DKI Jakarta dapat dipromosikan dengan baik. “Adapun rangkaian kegiatan COIN 2024 terdiri dari berbagai acara, yaitu Business Matching, hiburan, serta talkshow dan diskusi terkait pembinaan perkoperasian, dengan melibatkan narasumber dari Pemerintah Pusat sebagai pemangku kebijakan terkait bidang perekonomian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan lainnya,” jelas Rati.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi Republik Indonesia Bidang Ekonomi Makro Rulli Nuryanto menambahkan, kegiatan COIN diharapkan dapat menghadirkan produk yang lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan pasar, serta meningkatkan daya saing baik di pasar domestik maupun global.

“Kami berharap, koperasi dapat lebih berdaya dalam mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus mendorong keterkaitan usaha koperasi dengan stakeholder. Sehingga nantinya, dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kedua belah pihak, serta memperkukuh struktur ekonomi nasional dalam menghadapi globalisasi,” pungkas Rulli. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *