oleh

Dihalangi Bertemu Walikota Tangerang, Emak-emak Korban Gusuran Tol Ngamuk

POSKOTA.CO – Puluhan emak-emak warga Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang mendesak pemerintah daerah (pemda) segera membayar lahan dan bangunan yang digusur pembangunan Tol Kunciran- Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota Tangerang massa yang juga membawa anak-anak meminta bertemu Walikota Arief R Wismansyah. Kericuhan terjadi saat mereka dihadang petugas Satuan Polisi Pamong Praja.

Puluhan emak-emak yang ingin masuk ruang walikota diusir. Massa pun marah. “Kami hanya ingin bertemu Walikota, kenapa dihalangi,” kata Rina (35), satu pendemo korban penggusuran saat ditemui di lokasi, Senin (14/12/2020).

Aksi saling dorong dan cekcok mulut antara petugas dan emak-emak akhirnya tak terhindarkan. Para emak-emak ini menegaskan bukan gerombolan ormas. Kedatangan mereka untuk meminta Walikota Tangerang Arief R Wismansyah segera membayar lahan dan bangunan yang digusur pembangunan Tol Kunciran-bandara Soekarno-Hatta, September 2020 lalu.

“Kenapa Pak Walikota Tangerang menolak ditemui warganya sendiri. Ada apa memangnya,” teriak Rina.

Untuk diketahui, polemik ini bermula ketika ada 27 bidang tanah di kawasan tersebut dinilai tak memberikan ganti rugi yang sesuai untuk pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cengkareng-Batu Ceper dan Kunciran ini.

Oleh karenanya, warga terdampak tersebut masih terus melawan untuk mendapatkan haknya itu. Setidaknya warga meminta lahan mereka dihargai 7 juta per meter perseginya. (imam/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *