POSKOTA.CO – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah gambaran hidup yang dialami keluarga AM, penghuni Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Anak perempuannya berulah, hamil tanpa suami bahkan setelah anaknya lahir dibuang ke sungai. Hal itu berbuntut pada AM sekeluarga diancam pengurus rusun untuk hengkang dari hunian milik Pemprov DKI Jakarta.
Atas pertimbangan kemanusiaan, politisi Kebon Sirih Adi Kurnia Setiadi terpanggil untuk mempertahankan AM dari ancaman pengusiran tersebut. “Yang salah kan anaknya dan itupun sudah ditangani Polres Metro Jakarta Timur. Tapi kenapa Pak AM berikut istri dan anaknya yang lain diputus secara sepihak hak sewa rusunawa,” ujar Adi usai melakukan reses di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (1/7/2022).
Setiap melakukan reses, Adi selalu didampingi istri, Maelinda.
Ceritanya, pada saat reses, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta ini mendapat pengaduan warga tentang keluarga AM yang menerima surat pemutusan sewa pada tanggal 27 Juni dan dia harus mengosongkan hunian itu paling lambat 15 Juli 2022. “Kami adalah korban gusuran kawasan Kampung Pulo dan sejak 2014 menghuni Rusunawa Jatinegara Barat. Kalau diusir, kami sekeluarga bakal jadi tuna wisma,” ujarnya membuat prihatin semua yang mendengarnya.
Cerita berawal dari putrinya MA (19) melahirkan anak tanpa suami. Karena malu, orok yang baru lahir dan belum dipotong tali ari-arinya itu dibungkus plastik hitam lalu dilemparkan ke Sungai Ciliwung pada tanggal 1 Juni. Tak lama kemudian orok ditemukan warga dan ditolong petugas dirawat di RS Polri Kramatjati sampai tanggal 18 Juni. Adapun MA ditangkap polisi dan hingga kini masih ditahan.
Adi menyayangkan tindakan kepala UPT Rusun melayangkan surat kepada AM soal pemutusan hak sewa. “Tindakan ini merupakan arogansi petugas rusun dan saya minta kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta untuk menindak tegas oknum UPT yang menerbitkan surat dan mengatasnamakan arahan Kepala Dinas. Perlu diketahui, AM dan anaknya yang lain tidak bersalah, tapi kenapa diperlakukan tidak adil? Bahkan warga rusun juga kasihan kalau AM harus pindah dari situ,” tandas Adi yang berprofesi sebagai pengacara.
Orok berjenis kelamin perempuan yang diberi nama AS ini setelah keluar dari RS Polri Kramatjati kini dirawat oleh AM dan istrinya di Rusunawa Jatinegara Barat Tower A. Adi juga sempat memberi uang Rp 1 juta untuk beli susu bayi. “Saya akan dampingi terus keluarga AM agar tidak terusir dari rusun,” janji Adi.
Semoga ada dermawan yang tergerak hatinya untuk pertumbuhan AS bisa berjalan dengan baik dan sejahtera. (eli/sir)







Komentar