oleh

PLN Peduli Menunjukkan Komitmennya pada UMKM

POSKOTA.CO – Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang bernama ‘PLN Peduli’ menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat melalui program pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Lewat kegiatan Halal Expo Indonesia melalui program HEIact mencoba mengusung dan mengedukasi program mengurangi sampah kepada pengunjung, mulai dari sedekah sampah, pemilahan jenis sampah dan pengurangan penggunaan plastik akan coba diterapkan dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarakat dengan program less waste ini untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia.

Salah satunya pada booth Koptul (Kopi Tuli) yang merupakan UMKM binaan dari PLN Peduli yang ikut hadir pada pameran Halal Expo. Lewat dukungannya pada Koptul, PLN Peduli mendukung disabilitas untuk terus berkarya tanpa halangan yang menjadikan Koptul sebagai UMKM binaan PLN yang sukses mengundang massa ke booth PLN Peduli.

Koptul sendiri didirikan oleh tiga sekawan yakni Andhika Prakoso, Putri Santoso dan Trierwinsyah. Ketiganya merupakan penyandang tunarungu, yang sulit mendapatkan pekerjaan. Lalu mereka bersama teman tunarungu lainnya membuat usaha kedai kopi yang bertujuan untuk memberdayakan teman-teman disabilitas agar memiliki pekerjaan dan mandiri secara ekonomi.

“Ide pembuatan kedai kopi ini jadi jawaban atas kekecewaan kami yang sulit mendapatkan pekerjaan,” kata Andhika.

Berangkat dari itu, ketiganya pun turut mempekerjakan para difabel sebagai pegawainya. Karena mereka ingin agar para difabel ini juga memiliki kesempatan untuk berkarier.

Berawal dari situ, lewat bantuan program CSR PLN Peduli kini mereka berhasil membuktikan bahwa disabilitas juga memiliki kemampuan dan kesempatan untuk sukses. Lewat ‘passion’ mereka yang mampu mengolah kopi kini Koptul mampu berkembang dan menjadi besar serta telah menyerap banyak tenaga kerja disabilitas.

Andhika selaku pencinta kopi menyebutkan, jika orang Indonesia kebanyakan menyukai rasa kopi yang lembut dan manis. Sehingga pihaknya menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Kendati demikian, untuk kualitas kopi, pihaknya pun tak main-main. Ia bersama dengan kedua temannya sengaja memilih biji kopi dari Ciwidey dan Aceh. Pasalnya, kopi dari kedua daerah tersebut memiliki tekstur dan rasanya lebih manis serta lembut.

“Kami tidak hanya menyasar pencinta kopi, jadi masyarakat yang bukan pencinta kopi pun jadinya suka. Apalagi sekarang banyak yang ngopi karena cuma ingin foto,” ujar Andhika. (*/rihadin)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *