oleh

TPS 3 R Meruya Selatan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Teknologi Modern

JAKARTA- TPS 3R Meruya Selatan dijadikan sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis komunitas dan teknologi secara modern.

Langkah tersebut ditandai dengan Apel Kesiapan TPS 3R Percontohan Meruya Selatan yang dipimpin Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Jumat (2/10). Hadir jajaran Pemkot Jakarta Barat, Sudis Lingkungan Hidup, Camat Kembangan, para lurah, pengurus RT/RW, kader Dasawisma dan PKK, serta Universitas Mercu Buana (UMB).

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan optimalisasi TPS 3R merupakan bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah dengan memperkuat pemilahan dan pengolahan dari sumber. Jakarta Barat saat ini menghasilkan sekitar 2.200 ton sampah per hari.

“Target kita adalah 70 persen sampah selesai dikelola di tingkat sumber, sehingga hanya 30 persen residu yang diangkut ke TPST Bantargebang,” ujar Iin.

Menurutnya, penerapan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Pemilahan didorong mulai dari rumah tangga, Dasawisma, PKK, RT/RW hingga fasilitas publik.

Di tempat yang sama, Kepala Sudis Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Aldi Jansen, mengatakan TPS 3R Meruya Selatan melayani empat kelurahan di Kecamatan Kembangan.

Dijelaskan Aldi, pengolahan sampah organik dilakukan antara lain melalui mesin pembubur sampah dan budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF).

“Sinergi pengurus RW dan petugas pengumpul sampah menjadi kunci. Ketika pemilahan dari rumah berjalan baik, proses pengolahan di TPS 3R menjadi lebih cepat dan efisien,” kata Aldi.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Mercu Buana, Irmulansati Tomoharjo, mengatakan UMB mendukung program tersebut melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

” Kami mendukung meliputi pengembangan aplikasi digital bank sampah, riset pengolahan limbah plastik, serta pendampingan masyarakat,” ujarnya.

TPS 3R Meruya Selatan ditargetkan menjadi pusat percontohan dan edukasi bagi TPS 3R lainnya di Jakarta Barat. Pengelolaan tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPST Bantargebang sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

“TPS 3R Meruya Selatan diharapkan dapat mewujudkan ekonomi sirkular (circular economy) persampahan yang mandiri dan berkelanjutan di Jakarta Barat,” ucapnya. (ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *