TANGERANG – Kasus tabrak lari yang menimpa seorang istri wartawan dan anak balitanya di Jalan H.O.S. Cokroaminoto, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, hingga kini belum terungkap. Hampir tiga pekan setelah kejadian, polisi masih melakukan penyelidikan dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Korban diketahui bernama Melly (29) dan putrinya yang masih berusia 1,8 tahun. Istri dan anak Handrian Setiawan, Wartawan Akurat Banten itu ditabrak sepeda motor dari arah belakang saat berada di lokasi kejadian pada Minggu (23/8/2026).
Kanit Laka Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman mengatakan, pihaknya masih mempelajari sejumlah rekaman CCTV yang telah dikumpulkan dari lokasi kejadian. “Masih lidik. CCTV-nya begitu. Kampung situ nggak ada petunjuk. Lagi pelajari CCTV, tapi kameranya dari samping,” kata Badruzzaman saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).
Menurut Badruzzaman, petugas telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan rekaman kamera pengawas yang tersedia. Namun, hingga kini rekaman tersebut belum memberikan petunjuk yang cukup untuk mengidentifikasi pelaku. “CCTV begitu. Kita ke TKP sudah dikumpulkan. Kami masih belum berhasil,” ujarnya.
Dia menjelaskan, salah satu CCTV yang diperiksa hanya merekam kendaraan dari sisi samping. Kamera tersebut berada di sekitar showroom Vespa. “CCTV menurutnya yang menyoroti hanya dari showroom Vespa itu saja, dari samping,” katanya.
Meski demikian, polisi menyebut masih terdapat kamera pengawas lain yang berada sebelum dan setelah titik kejadian. Rekaman tersebut juga disebut masih dalam proses penelusuran. “Kalau CCTV dari sebelum dan setelah TKP masih ada CCTV,” ujar Badruzzaman.
Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas maupun keberadaan pengendara motor yang diduga menabrak korban lalu meninggalkan lokasi. “Ya, gimana, masih penyelidikan,” katanya.
Pertanyakan Penanganan Kasus
Kondisi tersebut membuat keluarga korban mempertanyakan perkembangan penanganan kasus. Keluarga berharap polisi tidak hanya mengandalkan rekaman CCTV yang berada tepat di lokasi kejadian, tetapi menelusuri kamera pengawas di sepanjang jalur yang kemungkinan dilalui pelaku.
“Kejadian ini sudah hampir tiga minggu belum juga ada titik terang. Padahal kalau polisi hanya mengandalkan CCTV, kamera pengawas tidak hanya berada tepat di titik kejadian, tetapi juga disebut terdapat sebelum dan setelah lokasi,” kata Agus, kakak korban.
Agus berharap rekaman dari sejumlah titik tersebut dapat ditelusuri untuk mengetahui arah pergerakan kendaraan setelah kecelakaan. “Memang polisi zaman dulu kalau melacak orang pakai CCTV. Jadi jangan itu dijadikan alasan,” ujarnya.
Keluarga mengaku kecewa karena hingga kini belum mengetahui siapa pengendara yang menabrak Melly dan anaknya.
Akbar, salah satu keluarga korban mengatakan, pihak keluarga tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya ingin pelaku diketahui dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Ini korbannya seorang ibu dan anak balita. Keluarga korban tidak menuntut macam-macam. Cuma mau tahu siapa yang tega melihat seorang ibu dan anak bayi terkapar, ditinggal kabur,” katanya.
Dia juga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani kasus tersebut. “Atau mungkin kalau yang ditabrak lari anak Wali Kota Tangerang, baru cepat mungkin ya progresnya. Ini sama sekali tidak ada perkembangannya,” ujar Akbar.
Korban Luka Parah
Peristiwa tabrak lari itu disebut terjadi ketika Melly bersama anaknya berada di Jalan H.O.S. Cokroaminoto. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, keduanya dihantam sepeda motor dari arah belakang hingga terpental.
Seorang warga yang melihat kejadian mengatakan Melly sempat terpental sambil memeluk anaknya. “Ibu itu terpental sambil peluk anaknya. Makanya yang parah itu ibunya. Berdarah semua. Langsung dibawa ke RS Sari Asih, terdekat,” ujar warga tersebut.
Akibat kejadian itu, Melly mengalami luka di sekujur tubuh. Bagian dahinya juga mengalami luka hingga harus mendapatkan jahitan. (*/imam)







Komentar