JAKARTA – Di era peperangan modern, data bukan sekadar tumpukan angka, melainkan ‘senjata’ strategis dalam pengambilan keputusan. Menyadari hal tersebut, Pusat Informasi dan Pengolahan Data Tentara Nasional Indonesia (Pusinfolahta TNI) resmi menggelar ‘Forum Satu Data TNI’ sebagai langkah konkret akselerasi transformasi digital di tubuh organisasi militer.
Kegiatan bermanfaat ini berlangsung di Gedung Jenderal Besar A.H. Nasution, Pusinfolahta TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/05/2026). Forum ini menjadi titik temu bagi para pengelola data dari Disinfolahta TNI AD, AL, dan AU, serta sejumlah Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) Mabes TNI.
Kapusinfolahta TNI Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menegaskan, kebijakan ‘Satu Data TNI’ bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan mandat strategis untuk mendukung tugas pokok TNI.
Ia menyebut, langkah ini selaras dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia. ”Data yang akurat, terpadu, dan mutakhir adalah fondasi tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Forum ini bertujuan membangun kesamaan persepsi agar seluruh satuan kerja memiliki langkah yang sinkron,” ujar Brigjen TNI Wawan, dalam sambutannya, sebagaiman dilansir media ini dari keterangan yang didapat, Selasa (12/6/2026).
Melalui forum ini, Pusinfolahta TNI berupaya memutus sekat-sekat informasi (data silo) antar-angkatan. Dengan integrasi yang lebih tajam, diharapkan penyediaan data untuk kepentingan operasional maupun administratif dapat dipertanggungjawabkan secara real-time.
Integrasi ini menjadi kunci agar TNI tetap dinamis dan responsif terhadap tantangan keamanan global yang kian kompleks. Transformasi digital yang diusung bukan hanya soal pembaruan perangkat keras, melainkan evolusi budaya kerja berbasis data yang elegan dan profesional. (*/aby)







Komentar