
Pose panas di majalah Playboy pada 2007 menjadi alasan utama Ana dihujat. Lisensi sebagai wasit dicabut FIFA karena menerima tawaran US$ 230 ribu (Rp 2,3 miliar) untuk tampil polos di majalah dewasa itu tujuh tahun lalu, membuat dia menjadi sasaran kritik. Terlebih, Ana dinilai tidak memiliki cukup kemampuan mengemban tugas dan jabatan sebagai Kepala Sekolah instruktur wasit Brasil.
Kendati dihujani kritik, Ana bertekad membuktikan, pantas menjadi kepala instruktur sekolah wasit nasional (ENAF). Sebagai wanita pertama di ENAF, Ana akan memberikan kontribusi besar buat wasit sepakbola di Negeri Samba.
Ditunjuk sebagai Kepala instruktur, Ana mengaku sempat terkejut. Dia sempat percaya, masalah yang menimpa lantaran foto menantang di majalah Playboy bakal mengakhiri kariernya di lapangan hijau.
“Saya akan menjadi penghubung antara ENAF dengan Federasi (CBF). Kami berusaha memenuhi kebutuhan permintaan federasi terhadap wasit. Saya tidak pernah menyangka akan mendapat tawaran ini dari Presiden ENAF, Marco Polo,” ujar Ana sebagaimana dilansir Samba Foot.
Dari banyak wanita yang berkecimpung di sepakbola, Ana dianggap sebagai salah satu paling cantik. Selama berkarier sebagai asisten wasit, Ana pernah bertugas di Campeonto Brasileiro dari C hingga A. Pada 2003, wanita 36 tahun itu dipercaya bertugas di final Copa Paulista.







Komentar