BOGOR – Perubahan pola konsumsi masyarakat dewasa ini mendorong perkembangan teknologi pangan yang berkelanjutan selain kebutuhan atas pangan yang bergizi dan menyehatkan.
Prof. Dr. Ing Azis Boing Sitanggang, STP, MSc mengatakan, pangan fungsional adalah pangan yang memberikan manfaat terhadap kesehatan selain efek gizi secara umum.
Ia memaparkan, produksi pangan fungsional perlu didukung berbagai teknologi ingridien untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang bersifat personal.
“Salah satu dari teknologi yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan dalam memproduksi ingridien pangan fungsional adalah teknologi membran yang dapat dikombinasikan dengan reaksi enzimatik,” kata Prof Azis Kamis (22/2/2024).
Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB University ini mengatakan, reaktor membran enzimatik (enzymatic membrane reactor/EMR) merupakan suatu desain reaktor yang unik karena dapat memfasilitasi secara simultan reaksi katalitik dan pemisahan produk hasil reaksi.
Ditambahkan, proses produksi suatu senyawa secara kontinu dapat meningkatkan produktivitas volumetrik dibandingkan dengan operasi batch (bets) yang memiliki proses yang kurang efisien dan fluktuasi kualitas produk antar batch.
“Penggunaan EMR untuk produksi kontinu laktulosa dan peptida bioaktif dapat memberikan keuntungan, termasuk reaksi dan pemisahan dapat terjadi dalam satu unit operasi,”bebernya.
Sementara untuk penggunaan EMR sebagai bagian dari pengembangan proses produksi ingridien pangan fungsional dapat merepresentasikan proses yang utuh pada skala industri.
“Informasi terkait kinetika reaksi dan kondisi proses pemisahan dengan penggunaan EMR, dapat membantu dalam peningkatan skala proses produksi ingridien pangan fungsional. Keberhasilan pengembangan sistem EMR yang menunjang percepatan adopsi IPTEKS atas ingridien pangan fungsional oleh industri pangan nasional, dapat berujung pada peningkatan daya saing industri nasional,” tegasnya. (yopi/ta)







Komentar