oleh

POLRI SUDAH MENGENDUS ADA KECURANGAN DI PILPRES

Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman. (DOK)
Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman. (DOK)

POSKOTA.CO – Polri sudah mendeteksi upaya kecurangan dalam proses Pemilu Presiden 9 Juli lalu. Hanya saja Kapolri Jenderal Sutarman enggan untuk menuding yang melakukan kecurangan. Bahkan ketika ditanya wartawan, kapolri berkilah kedua belah pihak yang berkompetisi.

“Saya tahu persis apa yang mereka lakukan. Kita mengantisipasinya. Kalau (benar) curang itu bisa dilaporkan ke Panwaslu,” kata Sutarman dalam amanatnya di acara pelantikan Kapolda Papua dan DIY di Mabes Polri Rabu (16/7).

Saat ditanya mereka itu siapa, Sutarman menjawab, “Semuanya. Berupaya untuk ini. Disini kan klaim sini curang, yang sana juga klaim curang. Ini kedua belah pihak lah. Termasuk (bentuk upaya) penggelembungan suara.”

Dengan mengetahui upaya curang itu, Sutarman berharap Polri akan mencegahnya supaya pemilu berjalan aman, kondusif dan akan didapatkan hasil yang jujur, baik, dan berkualitas sehingga presiden yang terpilih benar-benar adalah presiden pilihan masyarakat.

Orang nomor satu di tubuh korps baju coklat ini juga kembali menegaskan perintahnya agar Polri netral dan tidak berpihak dalam proses pengamanan Pemilu yang masih berlangsung itu.

“Saat ini masih masuk dalam tahap penghitungan suara di kabupaten kota. Saya perintahkan kawal terus sehingga kita mendapat kemurnian suara atas apa yang telah diberikan masyarakat,” tambahnya.

Mantan Kabareskrim ini melanjutkan jika pihaknya juga telah mempunyai beragam situasi kontijensi (darurat) jelang pengumuman hasil Pilpres oleh KPU pada 22 Juli nanti.

“Kita sudah siapkan cadangan pasukan untuk melakukan penebalan pengamanan di KPU. Kita juga menyiapkan penyekatan massa jika ada di mana dua titik kita siapkan dari arah Banten dan tujuh titik dari arah Bandung. Tapi mudah-mudahan tidak ada. Aman,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *