oleh

POLISI TIDUR DEPAN MAPOLDA BALI DIKELUHKAN

POLDURPOSKOTA.CO – “Polisi tidur” yang terpasang di depan Mapolda Bali di Jalan WR Supratman, Denpasar, dikeluhkan warga karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Setiap kali melintas di depan Mapolda, saya merasa terganggu karena ‘polisi tidurnya’ tinggi dan rapat sehingga motor saya rawan selip,” kata Wayan Sujaya, warga Denpasar, saat ditemui di Jalan WR Supratman, Selasa.

Ia menyayangkan pemasangan rambu lalu lintas yang tidak memperhitungkan faktor keselamatan pengguna jalan.

“Sepanjang Jalan WR Supratman adalah jalan umum bukan kawasan kantor tertentu sehingga tidak tepat pemasangan rambu-rambu seperti itu terlalu banyak. Semestinya Dinas Pehubungan dan kepolisian melakukan kajian terlebih dahulu mengenai rapatnya dan ketinggian alat tersebut,” ujarnya.

Sujaya menilai alat pembatas kecepatan yang dipasang tersebut terlalu berlebihan dalam upaya mengantisipasi laju kecepatan kendaraan. Padahal di tempat lain masih banyak yang memerlukan rambu-rambu itu, seperti di pertigaan Jalan Siulan.

“Masak di depan Marpolda Bali harus dipasang begitu banyak. Ini sama saja menyusahkan pengguna jalan. Mana tanggung jawab polisi yang mengaku sahabat dan pengayomi masyarakat, kalau ternyata membuat jebakan seperti itu. Dengan dipasang rambu lalu lintas seperti itu sudah banyak masyarakat jatuh terpeleset,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali Gusti Putu Widjera mendorong jajaran Polda mengkaji kembali pemasangan peredam kejut dalam bentuk polisi tidur yang dikeluhkan warga itu.
“Instansi terkait harus melakukan kajian sebelum melakukan pemasangan. Apakah membahayakan pengguna jalan atau tidak?” ucapnya.

Akibat tidak melakukan kajian terlebih dulu, pemasangan rambu-rambu tersebut menuai protes dari warga. “Kami minta instansi terkait mengkaji ulang alat pembatasan kecepatan itu atau jumlahnya dikurangi saja,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *