oleh

PANGDAM PATTIMURA MINTA WARGA HENTIKAN PERTIKAIAN

Simulasi penanganan kampanye
Simulasi penanganan kampanye

POSKOTA.CO – Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Meris Wiryadi meminta masyarakat di negeri-negeri/desa-desa yang bertikai untuk menghentikan tindakan itu dan kembali hidup berdamai karena tindakan yang dilakukan membawa kesengsaraan bagi sesama warga antarnegeri itu sendiri.

“Saya mengajak warga yang bertikai antarnegeri untuk hentikan tindak kekerasan, kembali hidup berdamai berdampingan serta hilangkan rasa dendam, dengki dan iri marilah hidup rukun penuh toleransi dan menata masa depan yang lebih baik,” kata Pangdam Meris, pada acara pertemuan dengan Latupati dan para Raja/Kepala Desa, se Maluku di Ambon, Rabu (6/8) sore.

Menurut Pangdam Meris, inisiasi pertemuan dengan Latupati dan para Raja, karena pihaknya terdorong rasa kemanusian dan sedih melihat khusus warga masyarakat Seith-Negeri Lima Kabupaten Maluku (Malteng) dan Iha-Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang saling bertikai dan menimbulkan korban jiwa dan harta benda diantara mereka.

“Inisiasi pertemuan dengan latupati dan para raja ini, karena terdorong oleh kesedihan saya melihat perkelahian sesama warga masyarakat antarnegeri tersebut yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda diantara mereka sendiri,” katanya.

Menghadirkan latupati dan para raja, lanjut Pangdam sebetulnya yang punya kewenangan pemerintah daerah tetapi karena kesedihan saya yang sangat mendalam melihat kondisi di masyarakat yang penuh dengan kekerasan, maka muncul inisiasi untuk melakukan pertemuan dengan para pemangku kepentingan di negeri-negeri yang bertikai tersebut.

“Saya sudah minta ijin dengan pak Gubernur Maluku Said Assagaff, untuk melakukan pertemuan dengan latupati dan para raja se-Maluku, ini dilakukan untuk kita berbicara dari hati ke hati terkait bentrokan antarnegeri, karena tidak ada gunanya saling bermusuhan sehingga perlu penyelesaian secara damai tanpa ada rasa dendam diantara mereka,” kata Pangdam Meris.

Pangdam Meris juga minta latupati dan para raja untuk bekerja sama dengan pihak aparat keamanan baik aparat kepolisian maupun aparat TNI yang bertugas paling dekat dengan masyarakat, misalnya dari TNI Babinsa dan Koramil begitu juga dari pihak Kepolisian.

“Inti pertemuan ini, saya minta bantuan latupati dan para raja untuk kita bekerja sama, menjaga ketertiban, ketentraman dan kerukunan. Saya yakin apa yang kita bicarakan dalam pertemuan ini sekembalinya ke negeri masing-masing dapat diimplementasikan ke warga masyarakatnya, terutama masalah pribadi sesama warga dengan negeri tetangga jangan melibatkan warga kedua negeri melakukan pembalasan tetapi selesikan secara adat dan proses hukum pelakunya,” ujarnya.

Pangdam mengakui pihaknya sudah diberikan ruang oleh pemerintah daerah untuk melakukan ‘sweeping’ senjata tajam di dalam masyarakat, karena masing-masing negeri menggunakannya saat pertikaian.

“Bapak gubernur sudah memberikan keleluasaan kepada kami untuk masuk dari rumah ke rumah, dan siapa pun yang memiliki senjata tajam tidak peduli kami amakan. Kami tidak bekerja sendiri tetapi melibatkan Polri, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi untuk sama-sama melakukan sweeping secara terpadu,”ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *