JAKARTA – Hubungan diplomasi pertahanan Indonesia dan Tailan memasuki babak baru yang kian solid. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) menerima kunjungan resmi Menteri Pertahanan Tailan Lt. Gen. Adul Boonthumjaroen, di Kantor Kemenhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda protokol biasa, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan serta memantapkan stabilitas keamanan di kawasan ASEAN.
Setibanya di pelataran Kantor Kemenhan RI, Menhan Tailan Lt. Gen. Adul Boonthumjaroen disambut langsung oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Penyambutan diawali dengan Upacara Jajar Kehormatan secara militer di lapangan Kemenhan RI sebagai bentuk penghormatan tertinggi antarnegara sahabat. Dalam prosesi tersebut, kedua Menhan melakukan pemeriksaan pasukan bersama sebelum mengheningkan cipta dan melanjutkan agenda bilateral tertutup serta keterangan pers.
Di hadapan media, Menhan Sjafrie menyambut hangat kedatangan delegasi Tailan, dan menegaskan bahwa fondasi persaudaraan militer kedua negara telah terbangun kuat sejak lama, bahkan diwarnai rekam jejak penghormatan sejarah yang mendalam.
Mengawali pernyataan resminya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas nama Kemenhan RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada Angkatan Bersenjata Tailan.
”Sebelum kami melanjutkan pembicaraan, saya ingin menyampaikan terima kasih atas nama Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia kepada Angkatan Bersenjata Tailan yang telah memberikan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto semasa beliau masih berdinas aktif. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen erat dalam mempererat persahabatan antara militer Indonesia dan Tailan,” tegas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Sementara itu, Menhan Tailan Lt. Gen. Adul Boonthumjaroen mengungkapkan rasa kagumnya atas kehangatan penyambutan dari Pemerintah Indonesia — mulai dari prosesi pendaratan hingga upacara jajar kehormatan militer. Ia menegaskan fokus utama dari pertemuan bilateral ini adalah akselerasi kerja sama konkret, mulai dari pendidikan militer hingga kemandirian industri pertahanan.
”Saya merasa sangat hangat dan diterima dengan baik oleh Pemerintah Indonesia sejak tiba kemarin. Hubungan antara kedua Kemenhan sudah sangat bagus dan lama. Kunjungan kali ini bertujuan untuk semakin meningkatkan keakraban tersebut,” ujar Menhan Tailan Lt. Gen. Adul Boonthumjaroen.
Lebih lanjut, Lt. Gen. Adul Boonthumjaroen menyoroti beberapa poin penting kerja sama strategis yang akan diperdalam, yakni:
- Pertukaran dan Latihan Militer: Mengintensifkan latihan bersama, pendidikan prajurit, serta pertukaran ilmu pertahanan secara berjenjang — mulai dari perwira muda hingga perwira tinggi (high-ranking officers).
- Penguatan Industri Pertahanan: Mendorong transfer pengetahuan dan kolaborasi industri pertahanan, di mana Tailan menilai kapabilitas industri pertahanan Indonesia saat ini telah berkembang sangat maju dan unggul.
- Arsitektur Keamanan Kawasan: Membangun benteng ketahanan yang tidak hanya berdampak bagi kedua negara, tetapi juga menjadi pilar stabilitas bagi kawasan ASEAN secara keseluruhan.
Pertemuan kedua pimpinan benteng pertahanan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai regional player yang diperhitungkan di Asia Tenggara.
Sinergi antara TNI dan Angkatan Bersenjata Tailan dipastikan tak hanya memperkokoh kedaulatan masing-masing negara, tetapi juga memancarkan semangat nasionalisme dan kepemimpinan Indonesia dalam menjaga perdamaian serta ketahanan geopolitik kawasan. (*/aga)







Komentar