oleh

Ngaku Anak Wakil Ketua PTUN Diamankan Polsek Jatinegara

borgolPOSKOTA.CO – Seorang pelajar yang mengaku anak dari salah satu hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung diamankan anggota kepolisian dari Polsek Jatinegara, Selasa (30/9).

Pelajar SMK Budaya II Santo Agustinus, Duren Sawit, Jakarta Timur berinisial A (18) itu diamankan bersama seorang pelajar dari SMK Wiyata Mandala, Tanjung Priok, Jakarta Utara berinisial R (17) lantaran diduga akan terlibat tawuran dengan kelompok pelajar dari sekolah lain di kawasan Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dari tas milik A, petugas menyita sebuah ikat pinggang yang telah dilengkapi gear. A mengaku sebagai anak dari Marsinta Uli yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua PTUN Bandar Lampung. Sebelumnya, sang ibu merupakan hakim pada PTUN Jakarta.

“Sebelumnya PTUN di Jakarta terus pindah ke Lampung karena jadi Wakil Ketua PTUN Bandar Lampung,” kata A saat ditemui di Mapolsek Jatinegara, Selasa (30/9).

Kepada petugas A membantah terlibat tawuran. Anak kedua dari tiga bersaudara ini beralasan hanya diajak oleh teman sekolahnya untuk membajak truk. Di kawasan Prumpung, A turun dari truk dan berkumpul bersama puluhan pelajar dari sekolah lainnya.
“Saya tidak tawuran. Berani sumpah saya. Ibu saya hakim. Gear itu punya teman yang dititipkan di tas saya,” kata A.

Dia mengaku tinggal di kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Setelah sang ibu bertugas di Bandar Lampung. A dan dua saudara kandungnya hanya ditemani seorang pembantu rumah tangga. “Ibu ke Jakarta dua minggu sekali,” ungkapnya.

Selain A dan R, Polsek Jatinegara juga mengamankan empat pelajar dari sejumlah sekolah yang terindikasi akan terlibat tawuran di lokasi yang sama. Seorang pelajar mengaku dari SMK 1 Budi Utomo, sementara tiga pelajar lainnya berasal dari SMK 13, Rawa Belong, Jakarta Barat.

“Para pelajar ini terindikasi akan tawuran karena berkumpul pada lokasi yang jauh dari sekolah dan tempat tinggal mereka. Janggal jika seorang pelajar dari Tanjung Priok berada di kawasan Prumpung. Apalagi di dalam tas salah seorang pelajar ditemukan gear,” kata Kapolsek Jatinegara, Kompol Dasril.

Lantaran masih berstatus pelajar, enam remaja ini hanya akan dibina. Selain itu pihaknya juga akan memanggil orangtua para pelajar tersebut.

“Kami akan menghubungi orangtua masing-masing untuk membina anak-anak mereka di rumah masing-masing,” jelasnya. HUMAS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *