
POSKOTA.CO – Ngaku pada warga dan polisi, kekasihnya yang bernama Rohayati, 18, bunuh diri, bahkan saat melapor, Asep Sudrajat seakan sedih ikut menangis. Namun sandiwaranya terungkap manakala hasil otopsi terdapat luka mencurigakan.
Habis membunuh Asep minta tolong warga, bahwa tunangannya itu bunuh diri di kamar tidur rumahnya dekat Pasar Darurat Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (22/3) malam. Oleh warga gadis yang sudah tak bernyawa itu dilarikan ke RSUD Cengkareng. Namun oleh dokter di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Anggota Polsek Cengkareng kemudian mengirim ke RSCM untuk diotopsi.
Kisahnya, Minggu malam sepulang kerja sekira Pk 19:00, tersangka Asep datang menemui Rohayati di rumahnya. “Saya datang menanyakan siapa cowok yang suka datang,” kata Asep. Namun belum lagi pertanyaan tersangka dijawab, Rohayati malah menonjok hidung pelaku tiga kali.
Meski ditonjok, Asep tidak marah. Malah pemuda itu meminta maaf asalkan Rohayati tak memutusnya. Namun, semakin jadi Asep diabaikan dan tak diajak bicara. Berbagai rayuan tak mempan, akhirnya Asep tak kuasa menahan emosi dan menjerat leher kekasihnya.
Dalam kondisi sekarat, karena dijerat Asep lari keluar rumah rumah minta tolong pada tetangga. “Pacar saya bunuh diri, tolong,…tolong,” kisah Fuad, seorang warga menceritakan kronologi drama pembunuhan.
Setelah diperiksa polisi, Asep mengaku sangat mencintai kekasihnya dan berencana 6 bulan lagi akan menikahinya. Belakangan iya mencium, kekasihnya punya pria intim lain yang membuat cemburu.
Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono SH mengatakan, tersangka mengaku menyesal. Motif pembunuan karena cemburu. “Semua diakui dan kooperatif,” tandas Kapolsek.







Komentar