oleh

JK MINTA POLISI USUT PEMBAKARAN POSKO PDI-P

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Calon wakil presiden Jusuf Kalla meminta pihak kepolisian mencari tahu siapa pelaku pembakar posko pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan menindaknya sesuai ketentuan hukum. “Harus dibawa ke polisi, ambil tindakan polisi. Bahaya itu karena bisa saling balas-membalas,” ujar JK di Jakarta, Senin.

JK mengaku baru mendapatkan kabar pembakaran posko Joko Widodo dari wartawan. Dia menyebut pelaku pembakar posko itu telah melakukan tindakan anarkis dan tidak paham demokrasi.

Sebelumnya, terjadi pembakaran posko Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terletak di kawasan Setiabudi, Jakarta oleh orang tidak dikenal. Pos relawan tersebut berada di Jalan Sultan Agung di samping PD PAL Jaya, Kelurahan Halimun, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Kandidat presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tindak pembakaran posko relawan Jokowi di Sultan Agung dan Cideng sebagai politik intimidasi. “Saya tanya dulu itu dibakar apa terbakar? Kalau dibakar ya itu politik intimidasi. Tujuannya untuk menakut-nakuti,” kata Jokowi usai makan siang di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin.

Meski demikian, Jokowi mengaku belum mendapat laporan resmi terkait pembakaran tersebut.

Seperti diketahui, sekitar Senin dini hari, Pondok Komunikasi Rakyat (POKRA) yang mengusung Calon Presiden Jokowi-JK diduga dibakar oleh orang tak dikenal.

Pos relawan tersebut berada di Jalan Sultan Agung di samping PD PAL Jaya, Kelurahan Halimun, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Meski tidak ada korban jiwa, namun dikatakan data relawan pendukung Jokowi-JK hangus tak bersisa.
Meski tidak ada korban jiwa, namun dikatakan data relawan pendukung Jokowi-JK hangus terbakar.

Selain itu sebuah baliho bergambar Megawati Soekarnoputri di depan markas pendukung PDI-P Satgas Nasional Cakra Buana, Cideng, Jakarta Pusat juga dilaporkan dibakar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *