oleh

IDER BUMI, RITUAL BUDAYA BANYUWANGI YANG MENARIK WISMAN

danPOSKOTA.CO – Banyuwangi, kota paling ujung timur di Jawa Timur yang langsung menghadap ke Gilimanuk, Bali, memilki pesona keragaman budaya lokal yang sangat kaya dan menarik. Tak mengherankan jika kota ini selalu menarik perhatian wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Apalagi sekarang Banyuwangi dengan bupatinya, Abdullah Azwar Anas telah menggandeng Telkom membangun ‘Taman Digital’ melengkapi infrastruktur pariwisata di kota Osing itu. Sehingga Banyuwangi kini dikenal menjadi destinasi wisata yang dilengkapi fasilitas wifi yang bertebaran di sudut-sudut kota Banyuwangi, terutama di kawasan wisata.

Satu hal lagi, Banyuwangi kini memiliki Bandara, sehingga Banyuwangi semakin mudah dijangkau secara cepat. Keberadaan Red Island yang menjadi arena surfing internasional juga mencuri perhatian dan Banyuwangi makin menjadi-jadi daya tariknya.

Salah satu ritual lokal Banyuwangi yang belum lama ini digelar, tepatnya dua hari usai lebaran Iedul Fitri adalah upacara Ider Bumi. Upacara ini dimasukkan di dalam kalender event Banyuwangi Festival (B-fest). Dalam upacara ini tak sedikit orang bule yang hadir menikmati acara ini.

Ider Bumi sendiri berpusat di Desa Kemiren Kecamatan Glagah. Upacara ini dibuka oleh sang bupati bersama budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan.

Hasnan Sindimayan mengatakan, masuknya Ider Bumi kedalam B-fest dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi. Selanjutnya Hasnan mengungkapkan, Ider Bumi adalah bentuk upacara rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya selama setahun ini, terutama terhadap hasil bumi. “Ritual ini merupakan swadaya masyarakat dan tak dibiayai oleh Pemkab,” jelas Hasnan Singodimayan.

dan2

Upacara itu sendiri merupakan arak-arakan dan rangkaian pertunjukan budaya Banyuwangi. Setelah bupati dan Hasnan Singodimayan membuka dengan melakukan ‘sembur utik-utik’ (melempar uang koin dan beras kuning) dilanjutkan dengan rangkaian pawai di jalanan di desa Kemiren, ada barongan, gandrung, angklung dan diakhiri dengan makan bersila diatas tikar yang digelar disepanjang jalan.

Menunya, pecel ayam bakar yang ditaburi kelapa yang diparut, agak pedas. Juga banyak makanan-makanan khas Banyuwangi, misalnya tape ketek (ketek bahasa Banyuwangi yang berarti belek mata, karena bentuk dan warnanya mirip). Tape ketek ini dibungkus daun jati, sehingga rasanya khas dan lezat.

Dalam pawai, ada tiga bentuk barongan yang diwujudkan dalam bentuk kostum bertopeng serta pernak-pernik sebagai penggambaran hewan yang menakutkan, sebagai lambang kebaikan yang mampu mengusir roh-roh kejahatan.

Salah satu warga Kemiren, Muhsin, kepada Poskota.Co yang mengaku selalu ikut mangawal barongan mulai dari gerbang masuk sampai berjalan sekitar dua kilometer menelusuri desa Kemiren.

Di depan pawai, biasanya para sesepuh, dan untuk tahun ini bupati yang didaulat berjalan di depan dengan menaiki kuda yang dihias. Gending, arak-arakan serta aroma dupa dan doa-doa penolak bencana mewarnai iring-iringan pawai.

Suasana untuk meriah sekaligus sakral. “Barongan itu dipercaya dirasuki roh para leluhur. Apa yang dilakukan dalam ucapara ini Ini dianggap sedekah Syawal. Sehari sebelumnya warga Kemriren, dan warga Banyuwangi diluar Kemiren, membuat kupat lepet dan kue-kue tradisional khas Banyuwangi, “ jelas Hasnan.

Sementera menurut Sulistyani yang menulis sejarah Ider Bumi, upacara ini merupakan proses ketika individu memilih nilai-nilai yang dianggap baik dan pantas bagi kehidupan bermasyarakat, sehingga dapat dipakai sebagai pedoman untuk bertindak.

Lanjut Sulistyani dalam literaturnya, konsep ini juga diwujudkan dalam keterlibatan masyarakat dalam persiapan ritual Ider Bumi. Pelaksanaan ritual Ider Bumi setiap setahun sekali, merupakan penggabungan antara Islam dan pra Islam. Pada hari itu diyakini merupakan hari kemenangan atau hari yang suci karena kembalinya umat manusia ke fitrahnya. Karena masyarakat Using mayoritas memeluk agama Islam. (dann Julian )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *