POSKOTA.CO – Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyatakan akan mengambil paksa 49 mobil dinas yang saat ini belum dikembalikan mantan pejabat di daerah tersebut.
“Jika mereka tidak segera mengambalikannya, kami akan mengambil tindakan tegas, yakni dengan mengambil paksa mobil dinas tersebut,” katanya di Sampit, Senin.
Mantan penjabat tidak berhak menguasai mobil dinas itu karena mereka sudah pensium, dan jika ingin memiliki kendaraan dinas tersebut harus sesuai dengan kententuan seperti mengikuti lelang yang dilakukan pemerintah daerah.
“Saya sudah mengirimkan surat kepada para mantan pejabat tersebut, intinya yang bersangkutan kami minta untuk segera mengembalikan kendaraan dinas,” katanya.
Untuk sementara ini pemerintah meminta adanya kesadaran dari mereka, namun jika hingga pada batas waktunya belum juga dikembalikan maka tidak ada pilihan lain kecuali diambil paksa.
Penarikan paksa tersebut dilakukan untuk menghemat anggaran pemerintah daerah, sebab mobil dinas yang belum dikembalikan tersebut pada umumnya masih layak pakai.
“Mobil dinas tersebut dikumpulkan untuk kepentingan pelayanan di dinas maupun badan lain yang di Kotim,” katanya.
Selain untuk menghemat anggaran, masih banyaknya mobil dinas yang belum dikembalikan tersebut menjadi temuan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena tidak tertib dalam mengelola aset daerah.
“Penarikan mobil dinas tersebut bertujuan menindaklanjuti saran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kendaraan dinas tersebut harus segera ditarik, sebab jika dihitung atau diuangkan nilainya mencapai miliaran rupiah,” katanya.
Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli menyatakan mendukung tindakan pemerintah daerah yang ingin menarik mobil dinas dari mantan pejabat tersebut dalam rangka tertib administrasi.
“Selama ini Kabupaten Kotim tidak bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan salah satu kendalanya adalah masalah pengelolaan aset diantaranya kendaraan dinas,” katanya.
Jhon juga mengakui jika selama ini masalah pengelolaan aset daerah di Kotim, terutama kendaraan dinas masih kurang bagus.







Komentar