oleh

Anggaran BPI Baru Akan Turun Tahun Depan

Alex Komang
Alex Komang

POSKOTA.CO – Anggaran pemerintah untuk program kegiatan perfilman di bawah Badan Perfilman Indonesia (BPI) secara resmi baru akan turun pada tahun depan. “Ya, baru tahun depan anggaran yang kita (BPI) rancang dan ajukan ke pemerintah,” kata Alex Komang, Ketua Umum BPI, baru-baru ini di Jakarta.

Penganggaran dari pemerintah ke BPI itu pun, lanjut aktor pemeran utama film ‘Doea Tanda Mata’, mesti melalui mekanisme DPR. “Ya, seperti itu. Kita coba setting bagaimana rancangan anggaran yang akan kita ajukan itu. Kita sedang bekerja keras menggolkan,” cetus Alex.

Kendati baru menunggu tahun depan, bukan berarti BPI tak bekerja. Kata Alex, justru berbagai program dan aktivitas sedang intensif dilakukan, di antaranya yang paling dekat yakni menghelat Festival Film Indonesia (FFI) 2014. “Rencananya akan digelar di Palembang,” papar Alex di sela acara Sosialisasi & Rapat Koodinasi BPI yang dilaksanakan di Gedung Kementrian Parekraf, Senin (30/6/2014) di Jakarta.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menegaskan, kemajuan dan perkembangan perfilman nasional Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan (Stakeholder) perfilman, termasuk pemerintah dan pemda, pelaku usaha dan pelaku kegiatan perfilman, insan perfilman, asosiasi perfilman, BPI, maupun masyarakat.

Untuk itu, Mari menilai kegiatan rapat kerja BPI 2014 sangat penting. “Karena dari kegiatan ini diharapkan akan memperoleh hasil tentang program-program dan rencana pelaksanakaan kerja BPI sebagai bentuk perannya terhadap kemajuan dan perkembangan perfilman Indonesia,” ujar Mari.

Menyinggung tiga tahun terakhir produksi film nasional, Mari menjelaskan terus mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2012 jumlah produksi film nasional mencapai 90 judul film, Tahun 2013 meningkat menjadi 105 judul film. Dan tahun 2014 ini, hingga akhir Juni 2014 jumlah film nasional yang telah beredar sebanyak 63 judul film.

Sebagai organisasi yang terbilang baru, BPI memiliki delapan tujuan utama yang ingin dicapai, yang merupakan penjabaran dari setiap misi yang akan dilakukan untuk mencapai visi pengembangan perfilman Indonesia, yaitu: pertama, penelitian untuk pengembangan seni dan teknologi perfilman, dua, memberikan masukan secara resmi kepada pemerintah, DPR, DPRD dan pemangku kepentingan untuk memajukan perfilman Indonesia.

Ketiga, menentukan strategi dan kebijakan untuk pengembangan promosi film Indonesia dan peningkatan apresisasi melalui festival film, empat, membantu organisasi profesi perfilman dan lembaga pendidikan perfilman untuk peningkatan sumberdaya dan jaringan, sehingga memiliki kompetensi profesi, lima, menfasilitasi pendanaan pembuatan film tertentu yang bermutu tinggi, BPI melakukan inisiatif-inisiatif pengembangan sistem pendanaan berkelanjutan bagi penguatan indsutri film Indonesia dan sistem hibah bagi peningkatan kualitas film Indonesia.

Tujuan BPI keenam adalah melakukan mediasi dan atau memfasilitasi penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan perfilman, ketujuh mengembangakn komunikasi antara pelaku perfilman, masyarakat, dan pemerintah, dan kedelapan membentuk sistim informasi terpadu bagi perusahaan-perusahaan jasa layanan produksi dalam negeri yang dapat diakses dengan mudah oleh para produser dalam negeri dan asing yang akan melakukan produksi di Indonesia.

Kata Alex pembentukan BPI sebagai amanat UU No. 33 tahun 2009 tentang perfilman, diharapkan mampu menghadapi krisis yang sedang menimpa industri film Indonesia dan mempersiapkan masa depan induasri film Indonesia yang lebih baik. “BPI yang merupakan lembaga swasta akan menjadi mitra dua kementerian (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) yang mengurus perfilman nasional,” ujar pemeran film ‘Secangkir Kopi Pahit’ (1985).
(Hakim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *