oleh

Ahmad Dhani : Kenakalan Dul Ngikuti Dirinya

 Teks gambar : Ahmad Dhani didampingi Dul, mantan istrinya Maia Isitianti usai sidang di PN Jaktim (foto: Nur Aliem)

Teks gambar :
Ahmad Dhani didampingi Dul, mantan istrinya Maia Isitianti usai sidang di PN Jaktim (foto: Nur Aliem)

POSKOTA,CO — Musisi Ahmad Dhani mengaku apa yang dialami putra bungsunya Abdul Qadir Jaelani (AQJ) alias Dul, adalah cermin dari dirinya saat muda. Mengendarai mobil tanpa SIM saat masih di bawah umur.

“Saya juga pernah nyetir mobil tanpa seizin orang tua saat masih belum cukup umur,” kata Dhani, usai hadir bersama mantan istrinya Maia Istianti pada sidang pembacaan vonis “bebas” bagi putra mereka
Dul, di PN Jaktim, Rabu (16/7) siang.

Majelis hakim PN Jaktim menilai, meskipun Dul divonis bersalah sesuai ancaman pasal UU Lalulintas dan pasal pidana KUHP, namun karena masih di bawah umur, Dul dikembalikan kepada orangtuanya untuk dibina.

“Peristiwa ini bukan sepenuhnya karena perceraian. Seandainya saya dan Maia masih bersatu pun bisa saja ini terjadi. Tidak karena broken home,” kata Dhani.

Dhani menilai, kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja tidak peduli orang tuanya bercerai atau tidak. “Banyak anak-anak yang seperti Dul, Bang Hatta (Hatta Rajasa) juga, keluarganya bahagia, tapi tabrakan juga anaknya,” tegas Dhani.

Maia Istianti, mantan istri Ahmad Dhani, sebelumnya menyebut kalau Dul kecelakaan akibat perceraian orang tuanya. “Kemarin nggak bisa dipungkiri, anak-anak ini memang kekurangan perhatian akibat perceraian,” kata Maia.

Sebaliknya menurut Ahmad Dhani, kenapa Dul nakal, ya karena bapaknya juga nakal. “Saya dulu juga sering nyolong mobil (nyetir mobil diam-diam) tanya saja mama saya,” papar Dhani.

Dul diseret ke meja hijau, terkait peristiwa kecelakaan di jalan Tol Jagorawi beberapa waktu lalu. Sedan Lancer yang dikendarai Dul, menyeberangi pembatas tol lalu menabrak mobil Daihatsu Grandmax dan Toyota Avanza dari arah berlawanan. Kejadian ini menewaskan 7 orang dan 9 luka berat.

Hal lain yang meringankan Dul adalah sikap tanggung jawab orang tua terdakwa. Mereka sudah berjanji akan membiayai anak-anak korban hingga jenjang perkuliahan. Atas keputusan hakim, jaksa menyatakan pikir-pikir apakah menerima atau banding (Nur Alim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *