oleh
iLUSTRASI
iLUSTRASI

POSKOTA.CO – Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Nur Ali meminta Kapolres Pemalang mengantisipasi terulangnya pungutan liar terhadap sopir kendaraan berat yang dilarang melintasi Jembatan Comal, menyusul penangkapan 10 oknum polisi pelaku tindakan menyalahi aturan itu. “Kami ingatkan Kapolres agar segera menata dengan baik, koordinasi dengan dinas perhubungan dan TNI,” kata Kapolda di Semarang, Senin. Menurut dia, koordinasi yang baik dengan instansi terkait lainnya akan menghindari praktik pungutan liar yang rawan terjadi itu. Adapun upaya untuk mengantisipasi kesulitan yang cukup berat dalam mengatur lalu lintas yang melalui Jembatan Comal, kata dia, Polda Jawa Tengah berencana menambah jumlah personel. “Karena kondisi di sana cukup berat, nanti ditambah personel untuk mendukung,” katanya. Berkaitan dengan sanksi terhadap 10 oknum polisi yang diduga terkait dengan pungutan liar, menurut dia, hal itu harus menunggu penyelesaian pemeriksaan. “Yang melanggar tetap ditindak, namun kita harus menjunjung azas praduga tak bersalah,” katanya. Sebelumnya, Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah mengamankan 10 oknum anggota Satuan Lalu Lintas Polres Pemalang atas dugaan pungutan liar terhadap kendaraan berat yang melintas di Jembatan Comal. Para oknum polisi tersebut memanfaatkan kesempatan dengan memperbolehkan kendaraan dengan berat lebih dari 10 ton lewat jembatan tersebut asal memberikan sejumlah uang. Berdasarkan informasi, besaran pungutan liar yang dikenakan para oknum tersebut mencapai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per kendaraan. Salah satu ruas Jembatan Comal di Kabupaten Pemalang mengakami kerusakan beberapa waktu sehingga ditutup total untuk perbaikan. Adapun satu jembatan lain yang berada di sisi utara tetap difungsikan namun terbatas untuk kendaraan ukuran kecil. Kerusakan jembatan di jalur utama Pantau Utara Jawa Tengah itu menyebabkan gangguan lalu lintas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *