PURNAMA PRAMBANAN ke- 46

POSKOTA.CO – Kebahagiaan bertemu dengan mamanya seperti bunga Cangkok Wijaya Kusuma yang mekar di tengah malam. Bagaimana kelopak bunga tersebut terbuka satu

PURNAMA PRAMBANAN –45

POSKOTA.CO – Diana asyik belajar dan mengerjakan PR bersama Ajeng dan Asih. Di kamar Diana yang cukup resik dan rapi kakak beradik

PURNAMA PRAMBANAN 44

POSKOTA.CO – Ada rasa sepi dan kehilangan ketika Tante Dewi pulang ke Yogya. Selama di Jakarta Diana tidur bersama Tantenya, ada yang

PURNAMA PRAMBANAN 43

POSKOTA.CO – Mbak Retno adalah anak Eyang Praja yang istimewa. Baik secara fisik maupun kecerdasannya. Selain mempunyai paras cantik dan bentuk tubuh

PURNAMA PRAMBANAN 42

POSKOTA.CO – Hari ini hari pertama Diana di sekolah barunya. Papa Hary sendiri yang mengantarnya ke sekolah dengan mobilnya. Kebaikan dan perhatian

PURNAMA PRAMBANAN 41

POSKOTA.CO – ” Aduh….anak papa cantik sekali. Papa harus ketat menjagamu nak” ” Makasih pa….senengnya Diana punya papa yang baik dan mau

PURNAMA PRAMBANAN 40

POSKOTA.CO – Mbak Retno bersiap-siap menyambut kedatangan suaminya. Begitu bangun dari tidur siangnya, ia mandi keramas agar segar dan wangi. Rok terusan

PURNAMA PRAMBANAN 39

POSKOTA.CO – Mbak Retno dan Diana berjalan berdua ke luar gang, mereka ke arah Pasar Ampera untuk mencari bajaj. Siang ini Mamanya

PURNAMA PRAMBANAN 38

POSKOTA.CO – Gelap malam pukul 2 pagi cukup pekat, bunyi pagar di dorong memecah heningnya malam. Suaranya cukup keras sehingga membangunkan lelap

PURNAMA PRAMBANAN 37

POSKOTA.CO – Sambil bercanda karena bingung soal transportasi ke sekolah, Diana akhirnya bilang ” ohhh….Ajeng naik bajaj ke sekolah dan Asih jalan

PURNAMA PRAMBANAN 36

POSKOTA.CO – Diana sekarang punya seorang mama, sesuatu yang ingin dia kecap sejak lama. Ini bukan mimpi, ini bukan halusinasi….ini nyata. Banyak

PURNAMA PRAMBANAN 35

POSKOTA.CO – Sejenak Diana dan ibunya saling tertegun. Tidak bisa berkata apa-apa dan hanya saling pandang dalam kagum. Mbak Retno tak kalah

PURNAMA PRAMBANAN 34

POSKOTA.CO – Diana sedikit kaget ketika Tante Dewi membangunkannya. Rasanya masih ingin tidur dan malas sekali untuk membuka mata. ” Diana sayang….bangun

PURNAMA PRAMBANAN 33

POSKOTA.CO – Ketika peluit ditiup dan pengumuman dari pengeras suara mengumumkan Kereta Api senja Utama jurusan Yogya dengan tujuan Jakarta….diberangkatkan. Seketika meledaklah

PURNAMA PRAMBANAN 32

POSKOTA.CO – Diana senang berada di rumah eyang putrinya. Rumah yang bagus dan asri, semua tertata dan terawat dengan baik. Meubel-meubel kuno

PURNAMA PRAMBANAN 31

POSKOTA.CO – Hujan sempat reda sebentar mengantar Eyang Praja masuk ke peraduan. Tetapi hujan datang kembali titiknya membuat melodi pengiring lelap seluruh

PURNAMA PRAMBANAN 30

POSKOTA.CO – Wedang jahe panas menemani Eyang Praja dalam duduknya. Cangkir blirik (cangkir corak loreng) ia pegangi untuk menghangatkan tangannya. Sesekali ia

PURNAMA PRAMBANAN 29

POSKOTA.CO – Mbok Wongso memang tidak tega meninggalkan momongannya yang Dia kasihi di rumah eyangnya. Walau darah yang mengalir sama warnanya, namun

PURNAMA PRAMBANAN 28

POSKOTA.CO – Eyang Praja merengkuh tubuh yang babak belur itu dalam iba. Diana adalah darah dagingnya sendiri, melihat keadaan cucunya ia lupa

PURNAMA PRAMBANAN 27

POSKOTA.CO – Rambutnya sudah memutih semua dan selalu di gelung kebelakang layaknya priyayi Jawa. Parasnya masih menyisakan kecantikan, walau usianya sudah 65

PURNAMA PRAMBANAN 26

POSKOTA – Hari ke tiga di rawat Mbok wongso luka-luka di tubuh Diana mulai membaik. Hanya saja luka lebam yang berwarna biru

PURNAMA PRAMBANAN 25

POSKOTA.CO – Diana menyandarkan badannya ke dinding bambu setelah buang air kecil di ember. Mbok Wongso membantunya sebisa dan sekuat tenaganya, ia

PURNAMA PRAMBANAN 24

POSKOTA.CO – Mbok Wongso yang terbiasa bangun pagi, tak perlu jam wekker untuk membangunkannya. Cukup dengan mengucap niat sebelum tidur dan menyuruh

PURNAMA PRAMBANAN 23

POSKOTA.CO – Berangsur-angsur tetangga yang berdatangan di rumah Diana pulang ke rumah masing-masing. Bapak dan ibu sambung Diana sudah masuk ke rumah

PURNAMA PRAMBANAN 22

POSKOTA.CO – Mbok Wongso meminta ijin kepada Pak RT untuk membawa pulang Diana ke rumahnya dan merawatnya. Rumah Mbok wongso kebetulan bersebelahan

PURNAMA PRAMBANAN Bagian ke- 21

POSKOTA.CO – Bapak dan ibu sambung Diana mulai curiga dengan kebiasaannya pulang terlambat dari sekolah. Sudah hampir sebulan ini banyak sekali Diana

PURNAMA PRAMBANAN Bagian ke – 20

POSKOTA.CO – Diana baru sampai di depan pintu ruang tamu ketika suara sumbang dengan nada tinggi itu dilantunkan ibu sambungnya. Braaak…pintu kamar

Tuhan Mengurus Segalanya (Bagian ke-4)

POSKOTA.CO – Itulah kehendak Tuhan. Itulah yang Tuhan inginkan untuk kita pahami. Tak peduli apa, tak peduli berapa lama kita perlukan untuk

Alumni D3 Ciptakan Baong Ciri Kaos Bandung

POSKOTA.CO – Di tangan seorang alumnus D3 Jurusan Manajemen Informatika Universitas Padjadajran Bandung,Ahmad Wiguna, identitas Kota Bandung dituangkan dalam sebuah tulisan dan

PURNAMA PRAMBANAN Bagian Ke-19

POSKOTA.CO – Rumah kuno peninggalan jaman Belanda yang kokoh serta luas, cukup mewah untuk ukuran Diana, tetapi terlalu sederhana untuk seorang pemilik

Tuhan Mengurus Segalanya (Bagian ke-3)

POSKOTA.CO – Sesungguhnya saya tidak membutuhkan apa pun. Bagaimanapun juga, saya menyadari bahwa saya tidak membutuhkan apa pun. Akhirnya, kita tak memiliki

PURNAMA PRAMBANAN Bagian ke- 18

POSKOTA.CO – Bayu hanya ingin memperkenalkan kekasih hatinya kepada mommy nya. Dia berjanji hanya 30 menit membawa Diana kabur sepulang sekolah hari

Tuhan Mengurus Segalanya (Bagian ke-2)

POSKOTA.CO – Daripada bermeditasi pada semua hal fana ini, seperti uang, kemasyhuran, dan kesenangan duniawi yang bersifat sementara, kita ubah saja menjadi

PURNAMA PRAMBANAN Bagian ke-17

POSKOTA.CO – Semalam sepulang dari Kaliurang aku mencoba istirahat dan tidur setelah merampungkan PR. Entah kenapa mataku terpejam tetapi aku tak bisa

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.