POSKOTA.CO – Bayu hanya ingin memperkenalkan kekasih hatinya kepada mommy nya. Dia berjanji hanya 30 menit membawa Diana kabur sepulang sekolah hari ini. Bayu tahu Diana pasti akan dimarahi orangtuanya kalau setiap hari pulang telat!
Setrikaan segunung yang menjadi tugasnya adalah alasan utama Diana enggan pergi. Alasan ke dua adalah….perkara makan siang. Ada setrika ada makan siang, begitu ibu sambungnya membuat aturan. Alasan Ke tiga adalah, nyanyian sumbang yang akan didendangkan bapak dan ibu sambungnya bila ia telat pulang lagi.

Ini kali ke dua ia akan telat sampai di rumah Ekstra kurikuler adalah alasan yang akan Diana katakan kepada ayahnya dan ibu sambungnya. Jam 2 an Diana harus sudah sampai di rumahnya. Paling lambat jam 02.30 sore sudah harus berada di rumah.
Bayu mengarahkan motor hondanya ke arah selatan. Menyusuri jalan Katamso dan begitu sampai di Pojok Beteng Wetan Bayu berbelok kanan ke Jl MT Haryono. Rumah Bayu tidak jauh dari Pasar Gading, sedikit ke arah selatan lalu belokan pertama belok ke kanan. Kampung Kumendaman namanya.
Rumah gedongan bercat putih itu letaknya di mulut Gang menghadap ke utara. Arsitekturnya khas model rumah Belanda. Diana kaget waktu ibu Mas Bayu membukakan pintu rumah, setelah bel pintu dipencet dua kali.
Bayu memanggil ibunya dengan sebutan mommy, ini tidak lumrah untuk masyarakat Yogya.
Tetapi begitu melihat wajah indo ibu Mas Bayu….Diana maklum dengan panggilan mommy. Yahh ibu Mas Bayu
campuran Belanda dan Indonesia, biasa disebut orang indo. Diana perhatikan wajah mommy Mas Bayu
80% bule. Malu sebenarnya waktu diperkenalkan, tetapi Diana menghormati kekasihnya yang telah
berniat baik membawanya ke rumahnya.
” Mom…ini pacar Bayu, namanya Diana”
” Diana ini mommyku, namanya Annette”
Ada rasa canggung sebenarnya, Diana belum siap secara mental bertemu dengan mommy Anne…semua berjalan begitu cepat. Bingung malu canggung jadi satu dalam hati Diana! Akhirnya kekakuan atau kecanggungan mencair ketika Mommy Anne mengajak makan siang….tentu saja sebuah makan siang yang mewah di mata Diana.
” Diana….kita makan siang bersama ya, Bayu biasanya langsung makan setiba dari sekolah. Mommy kebetulan sudah rampung memasak.”
Bayu menggandeng mesra tangan Diana di depan mommy Anne tanpa malu-malu. Mereka bertiga berjalan beriringan ke ruang makan. Ruang makan yang cukup luas dengan meja makan bundar berukuran besar dan jumlah kursi makannya 6 buah. Diana sekarang maklum mengapa Bayu mempunyai wajah tampan dan kulit yang cukup terang untuk laki-laki. Bayu mewarisi wajah seperti ibunya.
Setahu Diana, ayah Bayu adalah pemilik koran daerah terbesar dan tertua Di Yogyakarta. Sementara Mommy Anne bercerita kalau dia hanya tinggal brrdua dengan Bayu dan seorang pembantu. ” Papaku tidak tinggal disini Diana”
(Bersambung. Wita Lexia )







Komentar