oleh

PURNAMA PRAMBANAN Bagian Ke-19

POSKOTA.CO – Rumah kuno peninggalan jaman Belanda yang kokoh serta luas, cukup mewah untuk ukuran Diana, tetapi terlalu sederhana untuk seorang pemilik koran! Ada pohon mangga di tengah-tengah halaman yang membuat adem dan sejuk suasana.

Senyum manja Wita penulis kisah
Senyum manja Wita penulis kisah

Sewaktu kaki Diana menginjakkan pelataran yang luas dan asri dengan tanaman yang tertata apik, ada sedikit keheranan. Heran karena di sekolah Mas Bayunya terkenal sebagai anak dari pemilik koran! Rumah ini terlalu sederhana untuk seorang pemilik koran. Sekarang keheranan Diana terjawab sudah, ternyata mereka berdua punya kondisi yang sama.

Kesamaan mereka berdua adalah sama-sama produk dari keluarga “broken home” . Bayu lebih beruntung dari Diana, ia masih bisa bertemu dengan papanya walau memilih ikut mommynya. Bayu juga tercukupi secara finansial bahkan berlebih.

Bayu tidak ingin bercerita tentang papanya di depan mommynya. Ia tahu persis, bercerita tentang papanya adalah menoreh luka hati mommynya. Pembicaraan di meja makan tentang papanya terhenti pada ” papa tidak tinggal disini”. Itu saja….dan Diana cukup bisa menangkap mengapa mereka tidak ingin membicarakannya.

” tante ehh…mommy, masakkannya enak”

Diana memecahkan suasana yang sempat tidak enak dengan membuat pujian untuk masakan Mommy Anne. Ini pujian yang tulus dari Diana. Makan siang yang lezat dan mewah untuk Diana. Ayam goreng yang tidak pernah ia dapatkan di rumah karena itu hak dan milik adik-adiknya. Mommy Anne bercerita bahwa, Bayu tidak rewel dalam hal makanan. Semua yang dia masak pasti dimakan dan dihabiskan.

” Mommy Anne, Diana tidak bisa lama-lama bermain disini yaaa….. selesai makan Diana pulang.

Tidak apa-apa kan? Ada PR yang harus di kerjakan dan tadi belum pamit sama bapak”

” Iya tidak apa-apa, Diana harus segera pulang…apa lagi belum pamit sama orangtua. Jangan bikin mereka kuatir yaa..”

Bayu sudah lega bisa memperkenalkan kekasihnya kepada mommynya. Rencananya berjalan dengan baik. Dia lihat mommynya menyukai Diana. Begitu acara perkenalan dan makan siang bersama rampung, Bayu minta permisi dan meninggalkan mereka untuk bertukar baju.

” Mom, Bayu antar Diana pulang dulu, enggak lama kog. Setelah anter Diana angsung pulang lagi”

Setelah berpamitan Bayu dan Diana berjalan ke luar, sedang mommy anne membereskan meja makan dan mencuci piring serta gelasnya di dapur. Hati Bayu bahagia siang ini dan ia tidak mau melewatkan kebahagiannya begitu saja. Direngkuhnya tubuh Diana ke dalam pelukannya ketika sampai di ruang tamu. Dia mencuri- curi atas sebuah ciuman, dilumatnya bibir kekasihnya itu sambil meremas dengan lembut buah dada montok sang pujaan hati.

Diana tidak menyangka akan di cium Bayu di rumahnya, dimana ada mommy Anne sedang mencuci piring di dapur. Kaget…gelagapan tapi senang dengan cara bayu memberinya kejutan! Ciuman yang datang tiba-tiba tanpa rencana, itu membuat angan Diana melambung. Wanita seperti dirinya tentu senang dengan kejutan-kejutan seperti itu!

” Diana aku mencintaimu…..”

Itu bisikan Bayu, yang lirih ia ucapkan di telinga Diana setelah a mengakhiri ciumannya.

” Love You too mas….Diana bahagia siang ini”

Motor Honda GL berjalan dalam kecepatan sedang. Mereka berdua duduk cukup rapat seolah tak ingin berpisah. Melewati Alun-alun Selatan yang tidak terlalu ramai, seperti jalanan di Jl Katamso. Diana berharap kebahagian siang ini tidak terkurangi oleh amarah bapak dan ibu sambungnya, sesampainyanya di Rumah! (Bersambung. wita lexia )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *