oleh

PURNAMA PRAMBANAN 42

Wita saat berlibur ke Bali
Wita saat berlibur ke Bali

POSKOTA.CO – Hari ini hari pertama Diana di sekolah barunya. Papa Hary sendiri yang mengantarnya ke sekolah
dengan mobilnya. Kebaikan dan perhatian papanya membuat Diana bahagia. Sebuah jenis kebagian yang jarang ia rasakan. Di samping itu, papanya juga hendak menyelesaikan pembayaran uang gedung, uang seragam dan uang buku.
” Pa nanti Mbak Diana pasti banyak yang naksir di sekolah”

Ajeng dan Asih meledek kakaknya. Papanya mengiyakan ledekan tersebut dan mereka tertawa-tawa sepanjang perjalanan ke sekolah. Pak Hary sangat baik kepada anak-anak tirinya, anak-anak yang butuh perhatian dan perlindungan darinya. Disamping itu, Ia memang tidak punya anak perempuan dari istri tuanya. Mbak Retno dan Anak-anak tirinya yang cantik benar-benar melengkapi hidup Pak Hary sebagai laki-laki!

Mbak Retno mempunyai masalah dalam hal pengelolaan keuangan. Banyak pembayaran-pembayaran yang akhirnya diambil alih sendiri oleh Pak Hary. Ini untuk menghindari keributan yang ditimbulkan karena masalah keuangan. Termasuk pembayaran pagi ini untuk sekolah Diana . Pak Hary bukan tipe laki-laki pelit sebenarnya, tetapi banyak kejanggalan-kejanggalan dalam hal keuangan yang dilakukan istrinya.

Istrinya sering sekali tidak mempunya uang pada hal Pak hary merasa telah memberi uang lebih dari cukup. Ajeng dan Asih sering menjadi korban ulah mamanya dan sering lapor kepada papanya. Tetapi lama-lama Ajeng dan Asih bosan dan tidak mau melapor lagi karena ujung-ujungnya mereka berdua terkena amarah mamanya.

Setelah hari Kamis adalah derita Ajeng dan Asih. Selama ini mamanya sering tidak memberi mereka ongkos sekolah, uang jajan dan makan seadanya. Mamanya tidak pernah memasak kalau tidak ada Papa Hary. Sepanjang siang tidur tetapi sepanjang malam hingga dini hari mamanya sering keluar rumah!

Itulah kenapa Ajeng dan Asih sering harus jalan kaki ke sekolah. Menyantap indomie rebus dan lauk telur ceplok adalah lagu yang harus dinyanyikan jika Papa Hary tidak di rumah. Semua ditelan oleh Ajeng dan Asih dalam diam. Kakaknya nanti akan melihat dan merasakan sendiri polah tingkah mamanya. Banyak hal yang Asih dan Ajeng tidak mau dan kapok melapor kepada Papa Hary tentang mamanya!

Mama Retno pernah bilang kepada Ajeng dan Asih bahwa, jika mereka lapor kepada Papa Hary, mereka semua akan sengsara….kelaparan dan hidup di kolong jembatan jika Papa Hary meninggalkan mereka. Tak ada pilihan lain selain diam dan mendiamkan kebiasaan buruk mamanya.

Ajeng dan Asih terbiasa melihat mamanya pulang dini hari. Pulang dalam keadaan mabuk. Dijemput laki-laki berganti-ganti atau yang paling parah….mamanya diam-diam memasukkan laki-laki ke rumah! Ajeng dan Asih tak bisa berkutik dan selalu diancam mamanya! (Bersambung..By : Wita Lexia..)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *