oleh

Pemkot Depok Keluarkan Surat Edaran Boleh Sholat Taraweh di Masa Pandemi COVID-19

POSKOTA. CO – Masyarakat Kota Depok di 11 kecamatan merasa lega setelah adanya Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan sholat taraweh, kegiatan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 Dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah.. Kalau kegiatan sholat taraweh, nuzulul Quran bahkan sholat Idul Fitri dilaksanakan secara terbatas, dengan protokol kesehatan yang ketat di masa pandemi COVID-19 sekarang ini, ” ujar Jaya Legiman, warga RW 08 Kel. Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kamis (8/4).

Kegiatan sholat tarawih dapat dilakukan di masjid atau musala dengan memperhatikan sejumlah ketentuan antara lain jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat ibadah, terutama warga setempat yang sudah dapat diidentifikasi status kesehatannya, bukan masih dalam status positif Covid-19.

Menurut dia, tentunya juga mengikuti protokol kesehatan lain seperti jarak antar jemaah diatur minimal satu meter, melakukan pengecekan suhu tubuh, dan menyediakan sarana tempat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Setiap jemaah wajib memakai masker, membawa perlengkapan ibadah sendiri, serta tidak melakukan kegitan bersalaman setelah sholat.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris, mengakui SE Wali Kota Nomor 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan sholat taraweh, kegiatan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 Dalam Masa Pandemi Covid-19 tentunya tetap akan dikaji dan meminta konsultasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil walaupun tidak ada larangan sama sekali untuk melakukan sholat taraweh dan Idul Fitri.

Namun tentunya tetap harus mengikuti protokol Kesehatan yang telah ditentukan, ujarnya termasuk kegiatan ceramah salat terawih maksimal selama 10 menit serta bacaan surat dalam salat terawih hendaknya menggunakan surat-surat pendek atau ayat-ayat lain maksimal tiga ayat dan waktunya sibatasi hingga Pk. 21:00.

Termasuk jarak antar jemaah diatur minimal satu meter, melakukan pengecekan suhu tubuh, dan menyediakan sarana tempat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tuturnya dan setiap jemaah wajib memakai masker, membawa perlengkapan ibadah sendiri, serta tidak melakukan kegitan bersalaman setelah salat.

“Untuk kegiatan acara berbuka puasa bersama di lembaga pemerintah, lembaga swasta, masjid, musala dan tempat-tempat lainnya ditiadakan, ” tuturnya yang menambahkan sampai saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) ini dilakukan agar peraturan yang diterapkan sama. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *