Oleh : Karsidi Diningrat
ALLAH subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Kami sungguh lebih mengetahui orang yang seharusnya (dimasukkan) ke dalam neraka. Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam [19]: 70-72).
Dalam sebuah hadis yang sahih, kita diberitahu bahwa ketika Perhitungan dimulai pada Hari Kebangkitan, penghakiman pertama terhadap manusia adalah bahwa sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari seribu orang akan dijatuhi hukuman neraka. Ini mengkhawatirkan, paling tidak. Tetapi apakah itu berarti hanya satu dari setiap seribu orang yang akan masuk surga?
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Allah Swt. berfirman kepada Nabi Adam a.s. pada hari Kiamat, “Wahai Adam, kirimkan dari anak cucumu orang-orang yang menjadi penghuni neraka.” Kemudian Adam bertanya, “Wahai Tuhan, dari jumlah berapa?” Kemudian Allah swt. berfirman, “Dari setiap seribu orang ambil sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Itulah ketika rambut anak-anak muda akan memutih, setiap wanita hamil akan mengalami keguguran, dan kamu akan melihat orang-orang mabuk, padahal mereka tidak mabuk. Sebaliknya azab Allah sangat keras.” (HR. Muslim melalui Abu Sa’id al-Khudri).
Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda, “Kaum Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, Yang satu akan masuk surga, sedangkan yang tujuh puluh akan masuk neraka. Dan kaum Nashrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Yang tujuh puluh satu akan masuk neraka, sedangkan yang satu masuk surga. Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Yang satu masuk surga, sedangkan yang tujuh puluh dua golongan masuk neraka.” Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, siapakah mereka (yang masuk surga) itu?” Beliau menjawab, “Al-Jama’ah.” (HR. Ibnu Majah, Al-Lalaka’i, dan Ibnu Abi ‘Ashim). Dalam riwayat lain, “Yakni mereka yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.”
Imam Al-Ghazali dalam memberi keterangan tentang hadis riwayat Imam Muslim di atas, “dengan demikian utusan yang dikirim ke neraka itu adalah orang-orang yang berhak mendapatkan hukuman neraka akibat perbuatan dosa mereka. Bisa jadi mereka dihindarkan dari neraka Jahannam karena mendapatkan syafaat (pertolongan), sebagaimana banyak diterangkan dalam beberapa hadis. Sementara orang-orang yang terjaga (ma’shum) dari maksiat dan dosa tidak masuk dalam kelompok sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, tapi masuk dalam satu orang dari seribu orang yang dikecualikan”.
Nama-Nama Neraka
- Neraka Jahannam .
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahannam, dan sungguh (Jahannam itu) tempat tinggal yang terburuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 206).
Nama ini yang paling banyak digunakan al-Qur’an, dan berulang sebanyak 75 kali. Neraka Jahannam ini disediakan bagi orang-orang kafir, seperti yang tercantum dalam Firman-Nya, “Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir, “Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.” (QS. Ali Imran [3]: 12).
Rasulullah Saw bersabda, “Wail adalah nama sebuah lembah di dalam neraka Jahannam, orang kafir dijerumuskan ke dalamnya selama empat puluh tahun sebelum ia mencapai dasarnya.” (HR. Hakim melalui Abu Sa’id r.a).
Dalam hadis lain Rasulullah Saw bersabda, “Falaq adalah penjara yang terdapat dalam neraka Jahannam tempat orang-orang yang angkara murka dan orang-orang yang sombong disekap, padahal neraka Jahannam sendiri meminta perlindungan kepada Allah dari penjara tersebut.” (HR. Ibnu Murdawaih melali Amr r.a).
Neraka Jahannam yang sangat panas itu masih ngeri terhadap Al Falaq dan memohon perlindungan kepada Allah daripadanya. Makna yang dimaksud ialah bahwa orang-orang yang menghuni neraka Jahannam merasa ngeri terhadap Al Falaq, yaitu nama sebuah penjara di dalam neraka Jahannam tempat disekapnya orang-orang yang angkara murka dan orang-orang yang takabur.
- Neraka Jahim
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembra dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggung jawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 119).
Neraka Jahim ini dipersiapkan bagi orang musyrikin, seperti tercantum dalam Firman-Nya, “Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.” (QS. At-Taubah [9]: 113).
- Neraka Al-Hutamah
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Sekali-kalik tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.” (QS. Al-Humazah [104]: 4). Kata ini hanya sekali disebutkan dalam Al-Qur’an. Nama neraka ini dipersiapkan bagi orang-orang yang suka mengupat disertai dengan celaan. Sesuai dengan firman-Nya, “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.” (QS. Al-Humazah [104]: 1).
- Neraka As-Sa’ir
Allah subhanahu wa ta’ala telah befirman, “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa [4]: 10.
Neraka ini dipersiapkan bagi orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim. (Ali Imran [3]: 4), mengikuti langkah-langkah setan, (al-Hajj [22]: 4), yang mendustakan Hari Kiamat (al-Furqan [25]: 11), mendustakan apa yang diturunkan Allah kepada para nabinya (al-Mulk [67]: 11), orang-orang yang menerima kitab amalannya dengan tangan kiri (al-Insyiqaq [84]: 12). Orang-orang ini tidak percaya kepada Allah alias kafir, seperti yang tercantum dalam Firman-Nya, “Dan barang siapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesunggunnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Fath [48]: 13).
- Neraka Saqar
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.” (QS. Al-Qamar [54]: 48). Neraka ini dipersiapkan bagi orang-orang melakukan dosa dan maksiat. Begitu juga para orang-orang yang tidak pernah melakukan shalat, tidak pernah memberi makan orang-orang miskin, mendustakan Hari Kiamat dan tenggelam bersama dengan kelompok yang berada dalam kebatilan.
Sebagaimana Allah berfirman, ”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar? Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat, dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin, bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan Hari Pembalasan, sampai datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Muddassir [74]: 42-47).
- Neraka Hawiyah
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Maka tempat kembalinya adalah neraka Haawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Haawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (QS. Al-Qaari’ah [101]: 9-11). Neraka ini dipersiapkan bagi orang-orang yang timbangan amalannya ringan. Dan dalam firman-Nya yang lain dikatakan, “Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” (QS. Al-Qaari’ah [101]: 8-9).
Bahan Bakar Neraka
Bahan bakar neraka terdiri dari batu-batu dan manusia, hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 24).
Yang dimaksud dengan orang-orang atau manusia yang dijadikan bahan bakar dalam ayat tersebut adalah orang-orang musyrik. Adapun jenis batu yang dijadikan bahan bakar neraka pada hakekatnya Allah subhanahu wa ta’ala saja yang mengetahuinya.
Sebagian lagi yang dijadikan bahan bakar neraka, yaitu segala sesembahan dari selain Allah, hal ini sesuai dengan firman-Nya, “Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.” (QS. Al-Anbiya [21]: 98).
Penjaga Neraka
Ada beberapa Malaikat bertugas menjaga neraka yang dikenal dengan nama Malaikat penjaga neraka. Mereka tidak pernah durhaka dan melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Sebagaimana Allah Swt. telah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; [penjaganya Malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).
Jumlah mereka sebanyak sembilan belas, sebagaimana Allah berfirman, “Di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga)”. (QS. Al-Muddassir [74]: 30). Orang-orang kafir telah terpedaya dengan jumlah ini, mereka mengira bahwa mereka dapat mengalahkan jumlah yang sedikit ini. Mereka tidak tahu bahwa satu kekuatan dari satu Malaikat akan mengalahkan seluruh manusia. Itulah sebabnya Allah Swt. mengingatkan mereka, sebagaimana dalam firmanNya, “Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari Malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al-Muddassir [74]: 31).
Selain disebutkan penjaga neraka mereka adalah para Malaikat yang khusus diberi tugas untuk menjaga di neraka. Bahkan dalam firman-Nya yang lain disebutkan namanya yaitu “Zabaaniyah”, “Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa).” (QS. Al-‘Alaq [96]: 17-18).[]. Wallahu alam bish-shawwab.
-Dosen Akidah dan Pemikiran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
-Dewan Penasihat Pengurus Wilayah Al-Washliyah Jawa Barat





Komentar