oleh

Makna Puasa Dalam Kehidupan Keluarga

BULAN suci Ramadhan datang setiap tahun sebagai sarana pembentuk jiwa keagamaan.

Dan peningkatan kualitas diri seorang muslim untuk mencapai pada derajat taqwa yang hakiki.

Ramadhan menghadirkan atmosfir religius yang membuat suasana dalam keluarga menjadi berbeda di- bandingkan hari-hari biasa.

Pada waktu bulan puasa relatif lebih banyak kesempatan untuk menikmati kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di rumah.

Bayangkan betapa indahnya saat-saat menunggu berbuka puasa, dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah.

Beberapa saat, kemudian berangkat bersama untuk mengikuti shalat tarawih di masjid atau berjamaah di rumah, dan makan sahur bersama keluarga.

Dengan demikian bahwa suasana Ramadhan benar-benar sangat memungkinkan untuk melakukan konsolidasi keluarga.

Pengaruh ibadah puasa (shaum) selama sebulan penuh dengan aktivitas khas Ramadhan, seperti berbuka puasa, tarawih dan makan sahur itu.

Maka hal itu tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja dari kehidupan setiap keluarga muslim tanpa ada bekasnya pada jiwa dan kehidupan sehari-hari.

Demikian juga bahwa hari-hari selama bulan Ramadhan adalah merupakan saat yang tepat bagi orang tua.

Untuk melakukan evaluasi dan mengukur hasil pendidikan agama yang diterima oleh anak-anak di rumah dan disekolah.

Di antara indikator keberhasilan pendidikan agama terlihat apakah ada kesadaran anak memperdalam dan menjalankan perintah agama.

Adapun tugas orang tua disini tidak hanya sekedar memantau, tetapi harus berupaya mendorong dan mengarahkan agar kesadaran beragama itu tetap terpelihara.

Melalui penghayatan secara holistik terhadap nilai-nilai ibadah puasa dan hikmah hari kemenangan Idul Fitri.

Mari kita perbaiki hubungan kekeluargaan yang cenderung menjadi longgar dan dangkal ditengah perubahan sosial.

Yang menggiring manusia kepada pandangan hidup individual, materialistik dan struktur kekeluargaan nuclear family (keluarga kecil) yang menggeser pola extended family (keluarga besar) seperti masa lalu.

Ramadhan yang mubarak akan selalu berulang tiap tahun dalam kehidupan umat muslim.
Tetapi Ramadhan tahun ini tidak akan kembali lagi menemui kita.

Pada Ramadhan tahun depan, siapa tahu ayah atau ibu dan anggota keluarga yang tahun ini berpuasa bersama kita telah berpulang menghadap Ilahi.

Atau anak yang pada puasa tahun ini masih tinggal bersama orang tua tahun depan telah membentuk rumah tangga baru.

Oleh karena itu, jadikanlah Ramadhan tahun ini Ramadhan yang terindah bagi keluarga kita. Semoga….. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.
Semoga bermanfaat…Afwan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *