oleh

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Serahan 23 Ekor Sapi Kurban untuk Disembelih

JAKARTA-Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melaksanakan penyerahan 23 ekor hewan kurban untuk disembelih kepada pihak rumah potong hewan berupa sapi secara simbolis untuk selanjutnya dibagikan kepada yang berhak.

Penyerahan  yang berlangsung di Halaman Kantor Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Senayan, Jakarta tersebut sebagai  wujud nyata terhadap kepedulian sosial serta upaya mempererat solidaritas di lingkungan internal kementerian maupun bagi masyarakat luas.

Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Iduladha tahun ini. “Sapi ini berasal dari sumbangan kolektif semua unit utama di Kementerian Kebudayaan,” katanya Selasa (26/5/2026).

Iduladha sendiri menurut Fadli bukanlah sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum penting untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong. Menurutnya, nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan sudah lama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari akar budaya bangsa Indonesia.

Melalui semangat kurban, diharapkan muncul refleksi diri bagi setiap individu untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Penyelenggaraan kurban ini juga diharapkan dapat memperkuat karakter bangsa melalui tindakan nyata tolong-menolong antar sesama manusia.

Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan puluhan hewan kurban yang bersumber dari sumbangan kolektif seluruh unit kerja di bawah naungannya. Ke-23 sapi tersebut memiliki bobo tantara 300 kg hingga 600 kg. Total estimasi daging dari sapi ras Bali dan Limosin ini sekitar 7,7 ton dan diprediksi menghasilkan 4 ton daging kurban

Daging kurban akan dibagikan kepada para mustahik termasuk karyawan di lingkungan Kemenbud dengan paket seberat 2 kg per kemasan.

Seluruh hewan kurban ini direncanakan akan dipotong secara profesional di Rumah Potong Hewan (RPH). Proses distribusi daging akan dilakukan secara merata kepada pihak-pihak yang berhak menerima.

Dengan pelaksanaan yang terorganisir, Kementerian Kebudayaan berharap nilai-nilai kemanusiaan ini dapat terus mengakar dalam kehidupan berbangsa. Semangat berbagi daging kurban menjadi simbol bahwa kebudayaan dan kepedulian sosial selalu berjalan beriringan di tanah air. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *