oleh

Singkirkan Mantan Semifinalis, Zverev Duel Lawan Sinner di Putaran Keempat

-Olahraga-56 views

POSKOTA.CO – Finalis AS Terbuka yang juga unggulan keenam,  Alexander Zverev  (Jerman), membuat kemajuan cepat saat menyingkirkan semifinalis 2018 Marco Cecchinato  (Italia)  dengan tiga set langsung 6-1, 7-5, 6-3 guna melenggang ke putaran keempat (16 besar) turnamen Grand Slam lapangan tanah liat Perancis Terbuka 2020 , Jumat (2/10/2020),  di lapangan Suzanne-Lenglen Roland Garros Paris, Perancis.

Petenis berusia 23 tahun itu meraih 85 persen poin  dari servis pertama (40/47) dan mematahkan servis pada enam kesempatan untuk mencapai putaran keempat  secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Dengan kemenangan putaran ketiganya, Zverev meningkat rekor menang kalah menjadi  15-7 di level tur tahun ini.

Momen kunci pertandingan datang pada set kedua  dimana Zverev  yang membuntuti Cecchinato 3-5. Tapi ia  memanfaatkan empat game beruntun untuk membuat keunggulan dua set.  Zverev  bermain dengan agresif pada backhandnya  guna mengikuti maju ke net untuk melakukan pukulan voli.

Kemenangan  Zverev pada set kedua terbukti penting  untuk menjaga harapan mendapatkan gelarnya di Stade Roland Garros ini. Hanya  berselang dua hari lalu, juara Nitto ATP Finals 2018 dipaksa bermain lima set oleh Pierre-Hugues Herbert (Perancis)  dalam pertandingan yang berlangsung hampir empat jam.

“Saya pasti jauh lebih bahagia dengan permainan saya [daripada melawan Herbert]. Saya mengerjakan beberapa hal kemarin. Saya sangat tidak puas dengan diri saya sendiri dua hari lalu, tapi saya tetap menang, ”kata Zverev di lapangan seperti dilansir ATPTour.com. “Jadi itu lebih penting. Saya tahu bahwa dengan setiap putaran saya harus bermain lebih baik dan lebih baik, jika tidak saya tidak akan memiliki kesempatan, ” lanjutnya.

REBUT GRAND SLAM PERTAMA

Tahun ini Zverev bertujuan untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya di Paris. Petenis peringkat tujuh  dunia itu menikmati tahun tersuksesnya di kejuaraan besar, setelah meraih hasil terbaiknya di Australia Terbuka dan AS Terbuka musim ini. Ia  melaju ke semifinal besar pertamanya di Melbourne pada awal tahun ini, dan finis sebagai runner-up di AS Terbuka awal bulan ini. Ia kalah di tangan petenis nomor tiga dunia Dominic Thiem (Austria) di final AS Terbuka.

Di putaran  keempat Zverev harus mengalahkan juara bertahan ATP Final Generasi Berikutnya Jannik Sinner  (Italia), untuk mencapai perempat final ketiganya secara beruntun di ibu kota Perancis. Sinner membukukan tempat di babak keempat di acara Grand Slam untuk pertama kalinya dengan kemenangan 6-3, 7-5, 7-5  atas Federico Coria (Argentina).

“Hari ini sangat sulit  meski saya menang dalam tiga set, tetapi tidak pernah mudah melawannya, dia adalah pemain yang sangat bagus, terutama di lapangan tanah liat,” kata Sinner. “Dia tetap di sana poin demi poin, Anda harus melakukannya. untuk memenangkan setiap poin. Jadi tentang penampilan saya hari ini, saya cukup senang, ” sambung Sinner.

Zverev dan Sinner akan bertemu untuk pertama kalinya di tingkat tur pada hari Minggu (4/10/2020). “Saya memainkan pertandingan babak pertama yang hebat melawan David [Goffin], yang memberi saya sedikit kepercayaan diri…. Ini bukan tentang menang dalam set langsung atau menang dalam lima set, jelas lebih baik menang dalam tiga set, tapi saya harus [untuk] meningkatkan bahkan kinerja saya setelah tiga set, ”aku  Sinner. “Di AS Terbuka saya kalah dalam lima set, jadi saya masih harus belajar banyak tentang bermain Grand Slam. Saya memainkan satu Grand Slam [di] AS Terbuka [dan] Australia Terbuka, ini adalah undian utama ketiga saya, jadi saya masih muda. Saya bisa meningkatkan segalanya, ” lanjutnya.

Sedangkan Zverev mengakui jika lawan berikutnya di 16 besr adalah lawan berat dan terbukti membuat kejuatan dengan menungkan unggulan ke-11 David Goffin (Belgia).

“[Jannik] bermain luar biasa. Saya tidak berpikir dia kehilangan satu set, jadi dia adalah seseorang yang pasti datang dan bermain sangat baik sekarang, ”pujiZverev. “[Dia] adalah seseorang yang memiliki banyak kekuatan. Kami akan melihat bagaimana pertandingan berjalan, tetapi saya merasa saya bermain lebih baik dan mungkin saya memiliki lebih banyak pengalaman. Tapi para pemuda, mereka tidak punya rasa takut, tidak ada alasan untuk gugup,” sambungnya seolah yakin melangkah ke perempat final. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *