JAKARTA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) uang bergerak di bidang pelayanan air PAM Jaya berkomitmen selalu membudayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap kegiatannya. Untuk itu PAM Jaya bersama seluruh mitra kerja melakukan penandatanganan kesepakatan komitmen memprioritaskan K3 di setiap aktivitas.
Direktur Strategi dan Bisnis PAM Jaya Anugrah Esa mengatakan bahwa berbagai insiden yang pernah terjadi di lapangan menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memiliki kepedulian dan disiplin yang sama dalam menerapkan K3 sebagai budaya kerja, bukan sekadar memenuhi kewajiban.
Sebagai wujud komitmen tersebut, PAM Jaya menggelar Sosialisasi dan Komitmen K3 yang dihadiri oleh Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, jajaran Direksi PAM Jaya serta perusahaan mitra kerja yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional. “Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya budaya K3 sekaligus menyatukan komitmen seluruh pihak dalam menerapkan K3 secara konsisten di setiap aspek pekerjaan,” ujar Esa di Jakarta, Minggu (9/8).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya PAM Jaya untuk memastikan setiap tenaga kerja di lapangan memperoleh jaminan perlindungan risiko kerja selama menjalankan tugas, sehingga para pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan terlindungi,” jelasnya.
Esa menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan PAM Jaya untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan perpipaan pada tahun 2029. “Ditambah lagi kondisi sebagian jaringan pipa yang telah berusia lebih dari satu abad membuat pekerjaan di lapangan memiliki tantangan tersendiri,” ungkapnya.
Oleh karena itu, penerapan K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten demi melindungi pekerja, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan.
Direktur Teknik PAM Jaya Akhmad Santika mengatakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan PAM Jaya akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru untuk melengkapi jaringan perpipaan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer. Besarnya skala pembangunan tersebut harus diimbangi dengan pengawasan yang semakin ketat terhadap pelaksanaan K3 di lapangan.
“Pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif. Karena itu, implementasi SOP K3 harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan. PAM Jaya juga sedang menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra. Ke depan, identitas mitra akan dicantumkan pada standar PPDU maupun barrier di setiap lokasi pekerjaan agar akuntabilitas semakin jelas,” tandas Akhmad Santika.
Sementara itu, Komisaris Utama Prasetyo Edi Marsudi mengingatkan bahwa seluruh mitra kerja yang menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur harus memiliki komitmen yang sama dalam mengutamakan keselamatan. Menurutnya, bekerja bersama PAM Jaya berarti juga ikut menjaga kepentingan pelanggan.
“Oleh sebab itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta mengedepankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan,” ujar Prasetyo, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode.
Kegiatan pembekalan K3 tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh para perusahaan mitra sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjadikan implementasi K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap pelaksanaan proyek. (jo)







Komentar