oleh

Sempat Dikabarkan Meninggal, Kondisi Mantan Ketua Umum KONI Pusat dan Kasad Wismoyo Membaik

-Olahraga-68 views

POSKOTA.CO – Kondisi kesehatan mantan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dua periode dan juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar, bersangsur membaik kesehatannya setelah sempat dikabarkan meninggal dunia.

Wismoyo dikabarkan sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, akibat sakit. Kabar sakitnya Wismoyo itu pertama kali muncul di akun facebook orang terdekat Wismoyo yang juga pegawai KONI Pusat yang kemudian dibenarkan oleh Perry Pantow yang mantan sekretaris pribadi sosok kelahiran Bondowoso, Jawa Timur, 10 Februari 1940 itu.

“Ya benar, beliau sejak Sabtu sakit dan kemudian dirawat di RS Pondok Indah. Mohon doanya untuk kesembuhan Pak Wismoyo,” kata Perry yang mantan judoka andalan Indonesia itu. Namun Perry belum mengetahui sakit apa yang membuat Wismoyo dirawat.

Bagi para kuli tinta yang sehari-hari meliput olahraga senior sosok Wismoyo tentu tidak asing lagi. Selama Wismoyo menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat masa bakti 1995-1999 dan 1999-2003, beliau sangat dekat dengan para wartawan. Bahkan di masa kepemimpinan Wismoyo di KONI Pusat, dia khusus meminta para wartawan menerbitkan Tabloid Sukses untuk mengangkat dan memacu semangat para atlet Indonesia yang akan terjun di Asian Games Busan, Korea Selatan 2002.

Selain itu ada kebiasaan Wismoyo yang sangat menggelitik dan menantang para wartawan. Wismoyo selalu meminta wartawan memberikan motivasi kepada para atlet bila dia akan memberikan sambutan. Secara tidak langsung permintaan Widmoyo ini makin mempererat persahabatan dia dan dengan para wartawan.

Sebagai Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo mewariskan kata-kata bijak. “Warisan terbesar olahraga adalah persahabatan, yakni: “Kenali musuhmu, kenali lawanmu, seribu kali perang seribu kali kita menang.” Begitu antara lain kata-kata penuh motivasi dari KSAD tahun 1993-1995 itu. Dia juga ‘mewajibkan’ acara dengan kebiasaan tepuk tangan dengan maksud agar suasana riuh dana gepinta hingga terlecut semangat menjadi patriot.

Wismoyo mendapat tugas langsung dari Presiden Soeharto kala itu, untuk menjadi Panglima Olahraga Nasional sebagai Ketua Umum KONI Pusat menggantikan guru dan senior Jenderal TNI (Purn) Surono. Dunia olahraga sudah tidak asing bagi Wismoyo karena dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) selama dua periode.

Saat duduk di kursi Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo merasakan jatuh dan bangkitnya prestasi olahraga Indonesia. Termasuk juga kenangan dihapusnya Kementrian Pemudan Dan Olahraga (Kemenpora) oleh Presiden Gus Dur.

Namun Wismoyo mampu memegang kepemimpinan KONI Pusat dengan torehan prestasi membanggakan serta membawa ketenangan tanpa gejolak di cabang olahraga. Wismoyo mampu mengantar Indonesia kembali merebut gelar juara umum SEA Games tahun 1987 dan 1999 setelah tahun 1995 lepas ke tangan tuan rumah Thailand di SEA Games Chiang Mai.

Dalam upaya mengangkat prestasi olahraga Indonesia, Wismoyo menelorkan program Indonesia Emas. Saat meninggalkan KONI Pusat, Wismoyo mampu meninggalkan dana abadi sebesar Rp 60 miliar. Warisan lainnya untuk olahraga Indonesia dari Wismoyo tentunya lagu yang kini terus berkumandang pada setiap acara resmi olahraga yaitu Patriot Olahraga. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *