oleh

Martina ‘Cinderella’ Trevisan Lanjutkan Tarian Maju ke 16 Besar di Roland Garros

-Olahraga-95 views

POSKOTA. CO – Petenis kualifikasi, Martina Trevisan Cinderella (Italia), melanjutkan kiprahnya maju ke 16 besar di Grand Slam lapangan tanah liat Perancis Terbuka 2020, setelah di putaran ketiga kembali ‘tariannya’ berhasil menumbangkan unggulan ke-20 Maria Sakkari (Yunani) melalui pertandingan tiga set 1-6, 7-6 (8/6) dan 6-3, Jumat (2/10/2020), di lapangan 9  Roland Garros Paris, Perancis.

Hebatnya, petenis peringkat 159 dunia itu mampu menyelamatkan dua match poin dari Sakkari guna terus bertahan di Paris.  Ini melanjutkan sepakterjang di putaran sebelumnya diama dia berhasil memperdaya bintang belia 16 tahun yang tengah ‘naik daun’ Coco Gauff (Amerika Serikat).

“Saya sangat lelah sekarang tapi saya sangat bahagia. Saya hidup dalam mimpi dan saya tidak ingin mimpi ini berakhir,” kata Trevisan usai pertandingan seperti dilansir WTAtennis.com. “Mungkin malam ini aku akan menyadari apa yang terjadi malam ini di lapangan  9 di Roland Garros,” lanjut Trevisan.

Petenis kidal berusia 26 tahun ini menemukan bentuk terbaiknya dengan panggung melawan Sakkari. ia  memaksa tiebreak dan akhirnya bangkit dari defisit 4-1 dan 6-4 untuk memaksa Sakkari melanjutkan pertandingan di set ketiga.

Di set ketiga yang jadi penentu, Trevisan kembali mengumpulkan serangkaian game, menang empat kali secara langsung untuk meraih keunggulan yang tidak akan pernah dilepaskan. Petenis kualifikasiini mendapatkan servis yang menakjubkan untuk 5-2 meski menghadapi defisit 0-40, dan memastikan kemenangan dalam tempo  dua jam 39 menit pada match point ketiganya.

“Saya tahu bahwa dengan forehand, backhand, volley, dan servis saya, saya tidak memiliki masalah di lapangan. Saya banyak melatih posisi mental saya di lapangan. Saya pikir pekerjaan saya pada posisi mental ini terbayar selama Roland Garros ini,” beber  Trevisan. “Saya pikir kuncinya adalah mentalitas, mentalitas pantang menyerah di setiap poin. Mungkin tahun lalu pikiran saya selama pertandingan adalah ‘Ya Tuhan, saya kehilangan poin lagi. Saya kehilangan kesempatan lagi. ‘ Saya tidak berpikir di masa depan. ‘Oke, saya kehilangan poin ini, ayolah, ada satu lagi. Tahun ini, ada sesuatu yang berubah. Selama pertandingan, saya positif. Saya tidak negatif dan saya tidak memikirkan kesalahannya, ” tambahnya.

Dalam enam kemenangannya sejauh ini di turnamen ini, Trevisan telah menempuh jarak tiga kali, dimulai dari pertandingan kualifikasi pembukaannya melawan  Sachia Vickery (Amerika Serikat). Ia meneruskan dengan  mencetak tiga kemenangan tingkat tur pertamanya atas lawan 100 teratas dalam tiga putaran pertama undian utama.

Trevisan selanjutnya menghadapi tantangan lebih berat lainnya  dengan menantang  unggulan  kelima Kiki Bertens (Belanda). “Di awal turnamen, saya merasa sangat baik di lapangan. Di babak pertama kualifikasi, saya mengalami banyak kesulitan, tapi saya merasa baik di lapangan. Hari demi hari, saya semakin percaya diri di lapangan, dan saya tiba di sini pada putaran keempat Roland Garros. Sungguh, ini mimpi, dan seiring waktu, saya akan menyadari apa yang terjadi malam ini,” terang Trevisan. “Saya tidak memikirkan Bertens sekarang, tapi saya akan melakukannya besok. Saya sudah bermain dengannya tahun lalu atau dua tahun lalu … jadi saya akan mempersiapkan pertandingan saya seperti hari ini, kemarin dan hari-hari sebelumnya. Saya akan mencoba untuk menjadi yang terbaik, ” imbuhnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *