oleh

Ketum KONI: Para Atlet diharapkan Bisa Bawa Medali dari Cabor Lainnya

POSKOTA.CO – Indonesia harus rubah paradigma olahraga prestasi, jangan hanya andalkan angkat besi dan bulutangkis tapi membuat terobosan cetak prestasi di cabang strategis atletik,renang dan senam di setiap pesta olahraga multi event, baik SEA Games, Asian Games bahkan Olimpiade sekali pun. Ini agar peringkat Indonesia bisa masuk peringkat bagus di daftar perolehan medali.

Pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu, 2 cabang olahraga, yakni angkat besi dan bulutangkis, masih konsisten menyumbang mendali untuk Indonesia. Pada gelar SEA Games Vietnam 2021 nanti, Indonesia tidak hanya mengandalkan kedua cabor tersebut.

“Cabor yang masih konsisten masih dipegang oleh bulutangkis dan angkat besi” kata ketua umum KONI, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada acara buka puasa bersama para wartawan olahraga yang digelar oleh KONI Pusat, Rabu (27/4/2022).

Meski masih menjadi andalan, Marciano mengatakan keduanya juga tidak benar-benar meraih berturut-turut.

“Dua cabor unggulan ini juga tidak selalu beruntun, kadang unggul, redup, baru ditahun berikutnya bersinar kembali” ujar Marciano.

Selain kedua cabor tersebut, ucap Marciano, para atlet Indonesia diharapkan bisa membawa mendali sebanyak-banyaknya dari cabor lainnya. Masih banyak cabor yang dapat diandalkan bukan hanya dari Angkat besi dan bulu tangkis.

Marciano juga mengatakan bahwa Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah membentuk tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) SEA Games 2021. Tim review ini juga dipastikan bekerja secara independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

Di lain kesempatan, ketua tim review PPON SEA Games 2021 Prof. Moch Asmawi juga mengatakan bahwa seluruh atlet Indonesia yang terjun harus membawa pulang mendali di leher.

Pada SEA Games 2021 di Vietnam, Indonesia menurunkan 476 atlet, hampir separuh lebih sedikit dari jumlah atlet yang tampil pada SEA Games 2019 Filipina, yakni 841 atlet.

Kontingen Merah Putih akan turun pada 32 cabang olahraga, 14 di antaranya merupakan cabang yang masuk ke dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang mempunyai peluang meraih medali, yakni angkat besi, atletik, balap sepeda, bulu tangkis, dayung, menembak, panahan, pencak silat, renang, senam, taekwondo dan wushu.

Sementara 18 cabang non-DBON lainnya yang juga berpotensi medali adalah tinju, voli indoor, voli pantai, boling, catur, jujitsu, judo, tenis, triathlon, sepak takraw, kickboxing, sepakbola, esport, anggar, basket, gulat, selam, vovinam, golf, dan futsal. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.