oleh

Depok Mulai Buka Kegiatan Olahraga dan Seni Budaya di Masa PSBB

POSKOTA.CO – Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok mulai membuka aktivitas masyarakat khususnya olahraga skala kecil, seni budaya, latihan bersama, ujian dan seleksi atlet dengan jumlah terbatas terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sesuai prosedur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional mulai hari ini.

“Semua kegiatan olahraga dan seni budaya tentunya dilakukan sesuai protokol kesehatan dengan jumlah peserta dibatasi dan diharapkan semua yang melakukan hal itu untuk berkomitmen menjaga PSBB proporsional menghindari penyebaran Covid -19,” kata Walikota Depok Mohammad Idris didampingi juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid -19, Dadang Wihana di Balai Rakyat, Jl. Jawa, Beji, Selasa (23/6).

Walaupun kegiatan olahraga dan seni budaya dilakukan dengan jumlah peserta terbatas, imbuh dia, kegiatan yang mengupulkan massa atau masyarakat tentunya masih dilarang seperti tempat usaha hiburan malam, karoke, bioskop dan live music untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

Untuk perkembangan data penyebaran Covid-19 hingga Senin malam (22/6) kasus konfirmasi positif terjadi penambahan 12 kasus menjadi 718 orang, tiga pasien sembuh sehingga menjadi 447 orang, dan 16 pasien dalam pengawasan sehingga menjadi 1.549 orang, katanya.

“Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program ‘rapid test’ (tes cepat) Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan ‘swab’ (tes usap) dan PCR di Laboratorium RS UI sebanyak 11 kasus dan satu kasus berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” tambah juru bicara Covid -19 Depok, Dadang Wihana.

Kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah tiga orang menjadi 447 orang atau 62,26 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok. Jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan hari ini bertambah 43 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 46 orang.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 10 orang. Untuk PDP yang meninggal berjumlah 104 orang, terdapat penambahan dibandingkan dengan hari sebelumnya yang tiga orang.

Sedangkan, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.

“Berkenaan dengan angka kesembuhan kasus positif, berdasarkan data hari ini alhamdulillah sudah mencapai 62,26 persen dan tersebar di seluruh kecamatan,” katanya.

(anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *