oleh

Terpilih Ketum PPP, Suharso Larang Pengurus Jadi Caleg di Pemilu 2024

POSKOTA.CO – Suharso Monoarfa  terpilih aklamasi menjadi  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan langsung membuat gebrakan berupa larangan seluruh kadernya yang duduk di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjadi calon legislator (caleg) pada Pemilu 2024.

Alasan Suharso, agar pengurus partai berlambang Ka’bah ini  di DPP bisa berkonsentrasi melakukan kerja elektoral.

“Pengurus  yang akan dluduk sebagai penanggungjawab kerja elektoral tidak boleh menjadi calon anggota legislatif, tidak boleh jadi caleg,” papar Suharso saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar IX PPP 2020.

Menurutnya, selama ini orang mau masuk menjadi pengurus DPP supaya dia  dapat pasport untuk menjadi calon anggota DPR.

Dengan tegas aturan yang akan diterapkan tidak hanya berlaku untuk mereka yang ingin di kursi  DPR RI, tapi juga berlaku di DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.

“Kita akan punya 20 jenderal (pengurus pusat). Maka, 20 orang yang di DPP ini, tidak boleh menjadi calon anggota legislatif DPR RI, DPR provinsi, DPR kabupaten/kota. Tugasnya satu, yaitu kerja elektoral.,” kata Suharso disambut peserta Muktamar setuju.

Suharso ingin mengubah cara pandang seseorang yang selalu beranggapan, menjadi pengurus di DPP akan mudah mendapat rekomendasi terjun dalam kontestasi politik.

Selain itu kebijakan yang diambilnya  sebagai upaya untuk mendongkrak suara PPP dalam Pemilu 2024.

Dalam pemilu periode mendatang Suharso menargetkan bisa memperoleh 11.395.001 suara atau lebih banyak satu suara dari perolehan Pemilu 1999 sebanyak 11.395.000.

GANTIKAN M Romahurmuziy

Soeharso Manoarfa sebelumnya menjadi Plt Ketua Umum  menggantikan Ketua Umum sebelumnya Muhammad Romahurmuziy yang tersangkut kasus korupsi dan ditangkap KPK.

Selain diselenggarakan secara tatap muka di Kota Makassar, peserta muktamar juga mengikuti secara online yang diselenggarakan di 10 kota ini, sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Peserta yang hadir dalam Muktamar kali ini juga di jamin, tidak menjadi klaster penyebaran wabah Covid-19 baru. 

“Saya apresiasi kerja panitia penyelenggaraan. Ini luar biasa hingga diapresiasi MURI karena diselenggarakan di 10 kota dan diikuti secara online oleh 1.263 peserta lainnya,” kata Soeharso kepada wartawan. (Yopi)

 9 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *