oleh

Soleman Matippana: Diperlukan Persatuan dan Kesatuan Rakyat Indonesia Melawan Corona

POSKOTA.CO – Kinerja Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam 100 hari pemerintahannya sedang dipusingkan berbagai kesulitan yang sangat sulit terurai, mulai dari virus Corona yang meningkat saat ini sudah banyak  memakan korban  jiwa. Ditambah lagi dengan berbagai laporan yang menjadi pertimbangan besar di masalah Asuransi Jiwasraya, Asabri, dan masih banyak lagi.

Menurut Ir Soleman Matippanna MH memaparkan, di semua bidang kepemimpinan Jokowi masih tetap baik, diterbitkan di periode kedua ini semakin populer itu untuk selevel menteri tidak harus sudah senior dan tidak harus politisi.

“Masuknya menteri dengan usia muda ini memberikan harapan segar kepada republik ini, karena dapat memberikan mereka kebebasan atau melepaskan berbagai kepentingan yang merongrong bangsa selama ini,” katanya.

Dijelaskan Soleman, sepak terjang Erick Tohir yang sangat fantastis dalam membenahi masalah BUMN, memperbaiki yang rusak seperti Jiwasraya dan lainnya.

“Bicara kemajuan, sangat banyak walau juga masih banyak yang perlu diperbaiki lebih lanjut. Bicara kerja 100 hari pemerintahan, bagi saya adalah Presiden dan Wakil Presiden telah memilih fondasi yang bagus untuk berjalan selama lima tahun ke depan,” tandas Direktur I PT Rande Buana Teknik ke POSKOTA.co , Rabu (18/3/2020).

Munculnya virus wabah Corona, sontak buat semua negara waswas, begitu pun Indonesia. Untuk masalah ekonomi, lanjut para pengusaha dan pelaku bisnis lainnya. Kata Soleman, semua dunia usaha meningkat goncang, mulai pariwisata, pedagang, atau pengusaha.

Corona adalah musuh bersama, bukan hanya musuh pemerintah atau musuh bagi yang sudah terjangkiti. Corona sudah menjadi musuh semua negara. Tentu saja Indonesia dan dunia akan terguncang, tapi kembali lagi ini dalah proses yang harus dijalani oleh semua negara termasuk Indonesia.

“Yang sangat dibutuhkan adalah persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia, dan dengan sepenuhnya-sungguh mempercayakan pada pemerintahan tentang apa tindakan-tindakan yang harus dilakukan. Apa yang rakyat tidak boleh mengritik? Memberi masukan? Pasti sangat bisa, dengan kritikan dan masukan yang sesuai dengan saya yang menjadi hal penting dalam pemerintahan membuat kebijakan dalam melawan Corona ini, “tuturnya.

“Yang lebih besar, mari kita ikut bersama-sama semoga bencana virus Corona ini bisa segera dilepaskan dari bangsa kita tanpa perlu menghabiskan banyak korban dan efek destruktif terhadap ekonomi kita,” imbuhnya.

Soleman juga berharap, agar para pengusaha tidak meningkatkan kebangkrutan dan krisis. Menghadapi Corona ini, pasti akan ada pengusaha yang menjadi korban, ini adalah keniscayaan. Usaha perjalanan, pariwisata, dan lain-lain contoh yang paling pertama berdampak, tetapi tentu saja ini tidak terhindar, tinggal bagaimana masing-masing pengusaha menghadapi tantangan tersebut.

“Hanya saya mau sampaikan, seorang pengusaha sudah siap mentalnya mengahadapi seburuk apa pun masalah dan kondisi usaha, tentu saja mereka sudah merencanakan segala sesuatu dalam kaitannya dengan masalah darurat yang disebabkan karena Corona ini, hanya yang diharapkan bisa membantu pemerintah membantu membantu mereka.” , “pintanya.

Soleman sangat berharap untuk pemerintahan Jokowi. PR beliau menumpuk. Sikap menyatakan apa yang harus diambil Jokowi. Tentu banyak harapan, hanya harus sadar diri sendiri harapan bersama belum tentu dapat diselesaikan oleh pemerintah, hanya karena sebagai pengusaha, jadi saya sangat berharap pemerintah membuat kebijakan yang dapat membantu masyarakat Indonesia untuk terus berusaha memulai usaha.

“Juga kebijakan yang pro bagi pengusaha golongan menengah ke bawah sehingga persentase kewirausahawan di Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Saat ini hanya sekitar 3 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha. Untuk itu, saya tetap mendoakan Presiden, Wakil Prediden, serta semua menteri dan jajarannya bisa bekerja dengan baik, sehingga rakyat Indonesia bisa hidup dengan baik dan lebih baik lagi, “pungkasnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *