POSKOTA.CO – Tempat wisata di seluruh Indonesia diminta untuk terus menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat sebanyak 50 persen. Pemerintah daerah diminta bersikap tegas dalam mengambil segala kebijakan.
Hal dikatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menanggapi membludaknya pengunjung sejumlah tempat wisatan bersamaan liburan Idul Fitri. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
“Tempat wisata, mohon kiranya daerah berinisiatif jangan sampai fasilitas publik melampaui 50 persen. Satgas pemda harus melakukan berbagai kebijakan dan diharapkan pengelola pariwisata harus bekerja sama guna menurunkan lonjakan kasus aktif Covid-19,” kata Doni dalam Talkshow Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran secara daring pada Sabtu (15/5/2021).
Pantauan Satgas Covid Pusat, ditemukan lonjakan kasus virus Corona di Pulau Sumatera yang mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan keterisian tempat tidur di rumah sakit akibat adanya larangan mudik.
“Ketika pengumuman larangan mudik, warga lebih awal ke kampung halaman. Berdasarkan data ASDP dan GM Bakauheni, sekitar 440 ribu melakukan perjalanan ke Bakauheni dan akan kembali dalam waktu relatif bersamaan. Kalau kita perhatikan hampir semua provinsi di Sumatera mengalami kasus aktif,” ujarnya.
Menurut Doni, Satgas Covid-19 didampingi Kemenkes, Kemendagri telah berkeliling Pulau Sumatera. Mereka mengingat pemerintah daerah untuk menyiapkan fasilitas pendukung seperti rumah sakit dan terus mempertahankan pengetatan mudik di berbagai daerah.
“Kita cukup ketat. Kepedulian daerah penting untuk menaati kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat,” tegasnya. (omi)







Komentar