oleh

Presiden Peta Satu Komando Kecam Oknum yang Izinkan 500 TKA Tiongkok Masuk Sultra

POSKOTA.CO – Di tengah suasana kebatinan dampak Covid-19 di bulan Ramadan yang melanda bangsa Indonesia, dan imbauan masyarakat untuk menjaga jarak dengan ‘stay at home’ (berdiam dirumah) warga di Sulawesi Tenggara diresahkan dengan adanya rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok.

Terkait hal ini, Mayor (Purn) Muhammad Saleh Sila Karaeng pemimpin Partai Indonesia Mandiri (PIM) sekaligus presiden Pembela Tanah Air (Peta), satu komando mengecam dan angkat bicara lewat video yang diunggahnya dan dibagikan di media sosial WhatsApp Group.

Dalam unggahan videonya, Mayor (Purn) Muhammad Saleh Sila Karaeng mengecam keras kepada oknum yang bersikeras mengizinkan kedatangan 500 TKA Tiongkok yang akan masuk Suawesi Tenggara, sementara Pemprov Sultra bersama DPRD sepakat menolak rencana kedatangan 500 TKA Tiongkok yang akan bekerja di perusahaan pemurnian nikel (smelter) PT VDNI (Virtue Dragon Nikel Industri) di Morosi Kabupaten Konawe.

“Siapa pun kamu, saya tidak peduli. Siapa kamu yang tetap memaksakan TKA-TKA Tiongkok untuk tetap masuk ke Indonesia, kaulah pengkhianat, kaulah yang akan membuat ribut bangsa ini tidak pantas hidup di negara ini, semoga kalian yang hendak mengkhianati bangsa ini segera sadar, di saat para pekerja pribumi sedang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi Covid-19, kenapa para pekerja asing malah mau dipekerjakan di negara kita,” tandasnya, Jumat (1/5/2020).

Senada dengan pimpinannya, Wahyudin, anggota Peta Cirebon menyampaikan dukungan sekaligus keprihatinanya terkait rencana TKA di Sultra.

“Kita di sini sebentar lagi mau diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), orang pergi melintasi antarkota atau kabupaten saja susah. Ini antarnegara, saya tidak habis pikir,” ujarnya. (wahydn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *