oleh

Pramuka Harus Bisa Seimbangkan Alam dan Prokes saat Pandemi

-Nasional-55 views

POSKOTA. CO – Walikota Bogor, Bima Arya meminta gerakan pramuka bisa menyeimbangkan antara alam dan protokol kesehatan(prokes) di masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, pramuka sedang diuji sekaligus menemukan konteknya, yakni kembali ke alam (Back to Nature).

“Saat ini kita dipaksa untuk kembali ke alam, ini saatnya pramuka terdepan,” katanya saat menghadiri Welcome Dinner Musda Gerakan Pramuka Jawa Barat ke XIV di Bogor Raya Lakeside. Menurutnya, pramuka identik dengan alam. Untuk itu di tengah kondisi ini saatnya pramuka terdepan mengajak manusia ke alam.

Ketua Mabicab Pramuka Kota Bogor ini menyatakan bahwa wisata alam di Kota Bogor ini memiliki potensi yang luar biasa, seperti jogging, trekking, hiking, cycling, dan rafting. “Kita berharap sleeping juga agar pendapatan hotel naik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bima menjelaskan kasus Covid-19 klaster keluarga urutan pertama, kedua adalah luar kota (imported case) dan ketiga, perkantoran. “Kalau dibedah klaster keluarga berasal dari kantor, karena itu saya meminta tidak ada rapat di kantor, kalau terpaksa dibatasi 30 menit di ruangan karena ventilasi udaranya ini bahaya,” katanya.

Walikota Bogor, Bima Arya meminta Pramuka harus bisa seimbangkan alam dan protokol kesehatan. (istimewa)

Untuk itu ia berpesan agar Musda Gerakan Pramuka Jawa Barat ke-XIV ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pasalnya, semua kegiatan harus menyelaraskan dengan situasi pandemi ini, apalagi Bogor Zona Merah. “Jadi kita harus menemukan keseimbangan. Keseimbangan antara alam dengan protokol kesehatan, itu tantangan kita semua,” jelasnya.

Ketua Kwarda Jawa Barat, Dede Yusuf menyebut, pelaksanaan Musda ini telah melewati fase yang panjang. Awalnya direncanakan Juni, namun karena kondisi PSBB akhirnya bisa dilaksanakan Oktober ini dengan menerapkan protokol kesehatan. “Karena kondisi kita lakukan dengan terbatas. Terima kasih kepada seluruh Ketua Kwarcab di Jawa Barat karena ini atas restu kakak -kakak,” katanya.

Dia meminta agar pelaksanaannya dengan waktu sesingkat-singkatnya karena jangan sampai ada klaster Musda.
“Jadi mari kita sama-sama jaga,” ujarnya.

Ia sependapat dengan wali kota bahwa pramuka harus mengajak manusia ke alam atau Back to Nature. “Dan tantangan ini kita akan jawab. Saat ini tourism kita tidak bisa mengandalkan asing, tapi lokal agar pariwisata bisa hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat berharap siapapun ketuanya nanti mampu membawa pramuka menjadi ladang kebaikan dan menjadikan generasi bangsa yang lebih baik. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *