oleh

Poros Muda Minta Usut Pembocoran Rahasia Negara soal Putusan MK

POSKOTA.CO – Puluhan massa yang tergabung dalam Poros Muda Indonesia melakukan aksi protes terkait bocornya rahasia negara terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi dilakukan di depan Gedung MK, Selasa (30/5/2023).

Ketua Umum Poros Muda Indonesia Frans Freddy mengatakan, merasa kecewa atas bocornya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bakal mengembalikan sistem pemilu ke proporsional tertutup. “Mahkamah Konstitusi harusnya netral tidak ikutan,” ungkap Frans Freddy, melalui keterangan tertulis yang didapat POSKOTA.CO, Selasa (30/5/2023).

Ia menambahkan, seharusnya MK tidak berpihak kepada pihak tertentu. Lembaga ini diduga mendukung putusan pencoblosan tertutup dan hanya mementingkan kelompok tertentu. Ketum Poros Muda Indonesia juga meminta Denny Indrayana seharusnya diperiksa dengan pihak berwajib, karena diduga melakukan pembocoran informasi rahasia.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana membantah disebut membocorkan rahasia negara terkait mengungkapkan informasi putusan Mahkamah Konstitusi yang bakal mengembalikan sistem pemilu ke proporsional tertutup.

Pakar hukum tata negara dan advokat ini membantah menggunakan istilah A1 saat mengklaim mendapatkan informasi bahwa MK sudah memiliki putusan dalam uji materi sistem pemilu. Dalam klaimnya, Denny menyebut MK akan memutus mengembalikan sistem pemilu menjadi proporsional tertutup.

Usai viral, pendiri Indrayana Centre for Government, Constitution and Society (Integrity) Law Firm itu menegaskan tidak ada pembocoran rahasia negara. Denny mengatakan, rahasia putusan MK ada di mahkamah. Sedangkan, informasi yang ia dapat bukan dari lingkungan MK, pun bukan dari hakim konstitusi atau elemen lain di sana.

“Ini perlu saya tegaskan, supaya tidak ada langkah mubazir melakukan pemeriksaan di lingkungan MK. Padahal informasi yang saya dapat bukan dari pihak-pihak di MK,” kata Denny, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5/2023).

Denny menjelaskan, sudah cermat dan hati-hati memilih frasa. Misalnya, ia mengatakan ‘mendapatkan informasi’ dan bukan ‘mendapatkan bocoran’. Dia juga menegaskan, tidak ada putusan yang bocor karena memang belum ada putusannya. Denny mengatakan menulis ‘…MK akan memutuskan’ sehingga masih akan atau belum diputuskan. (*/rel/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *