oleh

Polri Gelar Pelatihan Tanggap Bencana Personel Humas dan Wartawan

-Nasional-49 views

POSKOTA.CO – Divisi Humas (Divhumas) Polri menggelar workshop digital pelatihan peliputan tanggap bencana bagi personel Humas Polri dan wartawan di Mako Polairud Barhakam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/11/2020).

Pelatihan ini bekerja sama dengan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polri untuk menyinergikan media dan Humas Polri dalam melakukan peliputan di saat bencana.

Pelatihan ini sekaligus meningkatkan kemampuan peliputan tanggap bencana personel Divisi Humas Polri dan awak media untuk menghadapi musim penghujan.

“Tujuannya agar media mampu mengabarkan secara realtime kepada masyarakat kondisi bencana di lapangan tanpa menganggu proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR dan personel lainya,” ujar Argo.

Selain itu, anggota polisi dan awak media yang bertugas melakukan peliputan bencana lebih memahami situasi bertugas sehingga mengurangi terjadinya resiko yang lebih besar. Pelatihan ini diberikan langsung oleh instruktur ahli dari personel Polairud Baharkam Polri.

“Pelatihan pertama ini ada 25 awak media, 25 dari Divhumas, dibantu juga anggota Polair, semua ahli di perairan yang akan beri pelatihan dari Polair Mabes Polri. Hasil peliputan di lapangan oleh personel dan awak media yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan hasil yang baik, faktual dan aktual sehingga lebih bermakna,” tutur Brigjen Argo.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada bulan Desember yang akan datang curah hujan di seluruh Indonesia pada umumnya dan wilayah DKI Jakarta pada khususnya adalah daerah yang rawan terhadap berbagai bencana. Oleh karena itu, tekan Argo, Polri berkewajiban untuk meningkatkan bidang penanggulangan bencana.

“Kita sebagai polisi mempersiapkan seandainya nanti karena setiap tahun ada bencana baik itu gunung meletus, tanah longsor, kecelakaan laut, banjir sudah kita siapkan. Nanti juga di kepolisian ada operasi aman nusa nanti yang akan memadai dari tanggap bencana itu,: tandas Argo.

Dalam pelatihan ini, instruktur memberikan penjelasan bagaimana mengoperasikan perahu karet. Bagaimana posisi aman alias safety bagi seorang kameramen di atas perahu saat di tengah bencana. Memberi pertolongan bagi rekan yang terjatuh di air hingga bagaimana membalikkan perahu yang terbalik. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *