oleh

Penunjukan Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh Tak sesuai Mandat

POSKOTA.CO – Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Dartha Pakpahan secara tegas mengatakan, organisasi yang dipimpinnya tidak ada kaitannya dengan Partai Buruh yang dipimpin Ketua KSPI Said Iqbal.

Sebab, penunjukan Said Iqbal sebagai presiden Partai Buruh periode 2021-2026 tidak sesuai dengan apa yang direkomendasikan pendiri Partai Buruh, almarhum Muchtar Pakpahan.

Apalagi para pendiri Partai Buruh sebanyak 69 orang tidak pernah memberikan mandat kepada Said Iqbal untuk menjalankan kepemimpinan Partai Buruh yang dibangun dengan susah payah.

Perjuangan buruh di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nama Muchtar Pakpahan. “Almarhum Muchtar adalah pendiri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan Partai Buruh Sosial Demokrat yang dilanjutkan menjadi Partai Buruh,” kata Dartha, didampingi Hasan Basori selaku pendiri partai saat konferensi pers di bilangan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (18/10/2021).

Dartha pun meminta kepada pihak yang sekarang mengklaim sebagai pengurus Partai Buruh di bawah kepemimpinan Said Iqbal untuk segera memberikan penjelasan kepada para pendiri Partai Buruh di bawah kepemimpinan mendiang Muchtar Pakpahan.

Dartha menjelaskan, Dewan Pengurus Pusat menerangkan, Rakernas KSBSI yang dilaksanakan pada Agustus 2021 telah memutuskan bahwa: Kepengurusan Partai Buruh baru akan dibahas dan diputuskan pada Kongres KSBSI yang akan dilaksanakan pada 5-7 November 2021 mendatang.

“Sekali lagi kami tegaskan, KSBSI bersama sebagian pendiri Partai Buruh menyatakan tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan Partai Buruh kepemimpinan Said Iqbal,” tegas putra kedua mendiang Muchtar Pakpahan ini.

Dijelaskan Dartha, mandat yang diberikan oleh 69 pendiri Partai Buruh kepada Sony Pujisasono untuk memimpin Partai Buruh priode 2010-2015 telah diselewengkan. Bahkan pada Pemilu 2014, Sony gagal membawa Partai Buruh untuk bisa ikut pesta demokrasi tersebut.

Sejak itu Sony, lanjut Dartha, tidak penah membuat laporan kepada pendiri partai sebagai pemberi mandat. Kalau diundang untuk membicarakan nasib partai tidak penah mau hadir. “Kalau ditelepon juga tidak pernah ditanggapi dan selalu mencari berbagai alasan,” ujarnya.

Alalgi pada Pemilu 2019, Sony Pujisasono diketahui telah bergabung dengan partai lain. “Secara otomatis, dia sudah keluar dari Partai Buruh,” tegas Dartha lagi.

Anehnya, belum lama ini tiba-tiba mandat yang diberikan oleh 69 pendiri Partai Buruh malah diserahkan kepada pihak lain, yakni Said Iqbal. “Ini jelas sebuah pelanggaran,” tambah Dartha.

Namun demi kemajuan Partai Buruh ke depan, para pendiri partai ini mengajak semua pihak untuk duduk bersama guna mencari penyelesaian demi berkibarnya Partai Buruh pada Pemilu 2024 nanti. “Kami membuka diri, mari kita duduk satu meja dengan pikiran cerdas untuk sama-sama kita besarkan partai ini,” imbuh Dartha. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *