oleh

Pengamat Intelijen Sebut Penolakan Sjafrie Sjamsoeddin akibat Ada yang Bermain

JAKARTA – Penolakan Sjafrie Sjamsoeddin yang disebut masuk dalam kabinet Prabowo – Gibran terus menjadi perhatian banyak pihak. Kali ini, mantan anggota Tim Mawar Kopassus yang menilai ada yang bermain dibalik penolakan tersebut.

Menurut Fauka, pihaknya menduga adanya yang berupaya bermain menciptakan isu bahwa Sjafrie merupakan sosok yang tidak kompeten untuk mengemban tugas. “Ada yang bermain, berupaya mengaitkan dengan hal-hal tidak benar. Dan menyebut pak Sjafrie itu orang orde baru, segala macam,” kata Fauka di Jakarta Timur, Sabtu (18/5).

Dikatakan pria yang juga merupakan mantan perwira tinggi Badan Intelejen Strategis (BAIS), tidak semua aspek dari era tersebut merupakan hal buruk. Contohnya banyak menteri di era Presiden Joko Widodo yang hidup zaman orde baru, tapi kini dipercaya untuk mengemban dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Apa yang ada di zaman orde baru yang baik kita tiru, yang tidak baik kita tinggalkan. Itulah namanya reformasi, mau memajukan bangsa. Jadi tidak selamanya orde baru jelek,” ujar Fauka.

Ditambahkan Fauka, selama bertugas sebagai prajurit, Sjafrie merupakan sosok terbukti mampu mengemban berbagai tugas, baik yang bersifat di belakang layar hingga tampil ke publik. Ia pernah menjabat sebagai Danton Grup 1 Komando Pasukan Sandi Yudha, Dangrup A Paspampres, Pangdam Jaya, Sahli Polhukam Panglima TNI, dan Kapuspen TNI.

“Pak Sjafrie pernah dipercaya Presiden ke-6 kita untuk menjabat Wamenhan RI. Saat itu Kemenhan mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan,” tuturnya.

Atas bekal pengalaman prajurit di lapangan hingga mengelola Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista), Sjafrie sudah terbukti sosok yang handal. Karena itu, ia optimis bila Sjafrie dipercaya mengemban tugas maka militer Indonesia kian meningkat.

“Saat pak Prabowo menjabat Menhan militer kita berada di peringkat 13 dari 137 negara, dan Asia peringkat 8 dari 45 negara. Kita butuh orang yang dapat melanjutkan tugas ini,” imbuh pria yang juga Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII)

Dalam rekam jejaknya Sjafrie juga dinilai memiliki loyalitas terhadap bangsa, dan mampu bekerja dalam tempo yang cepat sesuai dengan amanah tugas diberikan negara.

Loyalitas dan kemampuan bekerja cepat tersebut penting untuk membantu Prabowo-Gibran menjalankan seluruh program kerja memimpin Indonesia selama periode 2024-2029. (Ifand)

Foto : Sjafrie Sjamsoeddin bersama Prabowo Subianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *