JAKARTA-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk mencegah obesitas melalui gaya hidup sehat sebagai gerakan yang keren. Ia berharap langkah ini dilakukan oleh semua orang yang dilakukan secara bersama-sama.
“Obesitas sangat berkaitan dengan kesehatan. Ini dapat terlihat dari indikator seperti tekanan darah dan kolesterol, sehingga menjaga berat badan ideal menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan angka harapan hidup,” kata Menkes seusai membuka talkshow World Obesity Day 2026 di Jakarta, Kamis (07/05/2026).
Menurut Menkes, untuk mencapai hal tersebut, pihaknya menggencarkan edukasi bagi publik melalui pelabelan gizi atau Nutri-level. Salah satunya adalah melalui makan.
Kita harus mengedukasi bagaimana cara makan yang baik. Hanya saja kalau gaya mengedukasinya terlalu ilmiah, misalnya hitung kalorinya sekian maka akan membingungkan. Yang paling mudah menggunakan indikator merah, kuning, hijau. Itu adalah cara paling mudah.
Saat ini pelabelan gizi atau Nutri-level, kata dia, sudah mulai diterapkan di berbagai tempat untuk memudahkan masyarakat. Kemenkes menggandeng pemengaruh kesehatan yang relevan, seperti dr. Gia Pratama, untuk menggencarkan edukasi tersebut seluas-luasnya ke publik.
Kemudian, selain mengatur pola makan, aktivitas fisik juga perlu ditingkatkan. Misalnya dengan berolahraga yang dapat membuat hormon kortisol turun dan endorfin naik. Berdasarkan panduan WHO, olahraga minimal 30 menit dalam sehari, dan lima kali seminggu.
“Kita lari bersama, untuk menumbuhkan kesadaran bahwa berlari itu keren, trendy, dan (olahraga) paling murah,” katanya.
Sementar itu Duta Besar Denmark untuk Indonesia yang hadir dalam acara ini Sten Frimodt Nielson mengatakan, obesitas adalah tantangan yang semakin nyata di tingkat global. Untuk mengatasinya, dibutuhkan kepemimpinan publik yang kuat, peran aktif sektor kesehatan, dan kesadaran publik.
Terkadang seperti ini adalah tentang langkah-langkah kecil. Perubahan kecil dalam rutin sehari-hari, peningkatan kecil dalam kesadaran. Aksi kecil yang ketika digabung akan membuat dampak yang jauh lebih besar.
Sten juga menyoroti perlunya menghilangkan stigma tentang obesitas dengan edukasi dan dukungan yang tepat. Melalui aktivitas seperti screening kesehatan, konsultasi, dan diskusi terbuka pihaknya membantu orang-orang memahami kesehatan mereka sendiri, dan kami mendorong mereka untuk bertindak dengan cara yang positif. (fs)







Komentar