oleh

LSI Denny JA Gunakan AI Untuk Menangkan Pilpres 5 Kali Berturut-turut

POSKOTA.CO – Situasi politik Indonesia semakin dinamis jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 setelah dua nama resmi diusung sebagai kandidat bakal Calon Presiden (Capres), yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Pilpres 2024 juga disebut-sebut akan menghasilkan tiga poros, di mana satu nama terakhir yang akan diusung adalah Prabowo Subianto. Tiga sosok itu juga dalam beberapa tahun terakhir menempati posisi teratas bursa kandidat Capres 2024.

Sekarang, menarik untuk mencermati strategi seperti apa yang akan digunakan oleh tim pemenangan para Capres untuk merebut hati pemilih saat kampanye dan memenangkan pertarungan Pilpres 2024.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menyebut, salah satu teknik dalam marketing politik adalah Pro-Innovation yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “Membangun Legacy: 10 P Untuk Marketing Politik, Teori dan Praktek”.

Menurutnya, marketing politik sangat memerlukan inovasi, terutama di tengah perkembangan teknologi terbaru yang dengan segera bisa mengubah pola kampanye politik. Bahkan, dosen FISIP Universitas Indonesia, Prof. Lili Romli, menyebut buku itu sebagai Denny JA’s Law of Political Marketing.

“Seseorang yang dianggap sangat ahli soal marketing politik di zamannya, lalu katakanlah ia tertidur selama 10 tahun, ketika ia terbangun ia kaget, betapa tertinggalnya ia soal marketing politik,” kata Denny JA dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 27 April 2023.

Tak Ada Inovasi

Masih soal inovasi, Denny JA mengatakan, pada Pilpres 2024 di Indonesia, tak ada inovasi lebih besar dan lebih hebat dibandingkan Artificial Intelligence (AI). Bahkan, dia mengaku memiliki dua asisten dalam bentuk Artificial Intelligence, yakni Midjourney yang membantu membuat lukisan dan Chat GPT yang membantu melakukan riset.

“Dalam 20 tahun profesi saya sebagai konsultan politik, sudah terjadi empat kali pilpres yang dipilih langsung. Saya ikut memenangkan keempat capres itu berturut-turut. Tahun 2024, jika saya kembali ikut memenangkan capres, ini menjadi lima kali berturut-turut dan selayaknya pada Pilpres 2024 Artificial Intelligence digunakan,” ujar Denny JA.

Denny menjelaskan, setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan Artificial Intelligence untuk membantu dunia marketing politik. Pertama, Artificial Intelligence akan lebih cepat dan lebih akurat membuat model perilaku pemilih.

Model yang menggunakan Artificial Intelligence dapat membuat prediksi dan dapat digunakan untuk menentukan probabilitas seorang pemilih mendukung kandidat tertentu.

“Dengan menganalisis faktor-faktor seperti pola pemungutan suara, data demografis, dan preferensi isu, model ini dapat mengidentifikasi pemilih yang kemungkinan besar akan mendukung kandidat tertentu,” kata Denny JA.

“Pendekatan ini memungkinkan kampanye politik untuk membuat pesan yang lebih terarah, emosional dan efektif. Semakin pesan bersifat personal, sesuai dengan kebutuhan individual pemilih, semakin ia berpotensi mendapatkan dukungan pemilih itu,” ujarnya. (rihadin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *